Breaking News:

Pemkot Yogyakarta Berdayakan Disabilitas dan Lansia Melalui Program Ketahanan Pangan

Lansia, disabilitas, dan ODGJ telah mendapat pelatihan menanam sayur, agar lansia, disabilitas, dan ODGJ tetap bisa mandiri,

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Christi Mahatma
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat, melihat hasil panen sayur dalam program ketahanan pangan untuk lansia disabilitas di Lempuyangan, Bausasran, Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (10/07/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bekerja sama dengan Rehabilitasi Yakkum meluncurkan program ketahanan pangan bagi perempuan disabilitas dan lansia.

Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat, mengatakan krisis bermula dari adanya warga yang sakit hingga meninggal, kemudian merembet ke dampak sosial dan dampak ekonomi.

Di tengah pandemi COVID-19, disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah masyarakat yang paling terdampak.

Untuk itu perlu ada dorongan sehingga disabilitas, lansia, dan ODGj bisa berdaya.

"Ada empat elemen yang bisa menggerakkan, kota, korporasi,kampung, dan komunitas. Saat ini semua elemen bisa bersatu, dari Pemkot Yogyakarta, Yakkum, kader, dan juga kampung, hingga akhirnya kita bisa meluncuran program ketahanan pangan bagi perempuan disabilitas dan lansia,"katanya, Jumat (10/07/2020).

Ia melanjutkan, lansia, disabilitas, dan ODGJ telah mendapat pelatihan menanam sayur.

Agar lansia, disabilitas, dan ODGJ tetap bisa mandiri, hasil panen tersebut aan dijual oleh KUBE.

"Ini adalah sinergi, jadi hasil tanaman bisa dijual di e-warung KUBE, dan nanti akan menjadi bagian dalam penyaluran sembako. Dalam penyaluran sembako kan harus ada empat komponen, sayur buah, karbohidrat, dan protein. Untuk sayur bisa disuport dari hasil tanam mereka," lanjutnya.

Agus berharap, kegiatan serupa bisa diterapkan di kelurahan dan kecamatan lain, sehingga disabilitas, lansia, dan ODGJ tetap berdaya dan mandiri.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menambahkan program pemberdayaan untuk perempuan disabilitas menjadi bagian dari penyelesaian persoalan sosial di masa pandemi COVID-19.

Ada sekitar 2.000 penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta.

Ia berharap dengan adanya pelatihan tersebut, penyandang disabilitas dapat memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, bahkan dapat menjual hasil panen.

"Jumlah penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta cukup banyak. Mereka pun membutuhkan perhatian kita, supaya mandiri. Tentunya harapannya dengan pelatihan ini mereka bisa memenuhi kebutuhan pangan, bahkan dijual untuk menambah pemasukan," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved