Eks PSIM Yogyakarta Bangga Bisa Ikut Tampil di Konser 'Ambyar Tak Jogeti Tribute to Didi Kempot'

Ini menjadi kesempatan yang sangat berharga baginya untuk mewujudkan mimpi sang 'The Godfather of Broken Heart'

Dok. Ayub Antoh
Mantan pemain PSIM Yogyakarta, Ayub Antoh Worait (kiri) berfoto bersama dengan maestro campursari, Didi Kempot. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Eks fullback PSIM Yogyakarta, Ayub Antoh Worait, mengaku bangga bisa dipercaya menjadi satu di antara performer pada konser bertajuk 'Ambyar Tak Jogeti Tribute to Didi Kempot,' yang akan dilaksanakan November 2020 mendatang.

Menurutnya, ini menjadi kesempatan yang sangat berharga baginya untuk mewujudkan mimpi sang 'The Godfather of Broken Heart' menggelar konser di GBK, Jakarta.

"Puji Tuhan tentu rasanya senang sekaligus bangga dipercaya menjadi salah satu performer yang akan tampil di konser yang bersejarah ini," ujar Ayub Antoh kepada Tribunjogja.com, Jumat (10/7/2020).

"Semoga bisa mewujudkan mimpi almarhum Pakde (Didi Kempot) untuk mengadakan konser di Gelora Bung Karno," tambah Ayub.

Lebih lanjut, Ayub mengaku tak pernah menyangka hobi menyanyinya bisa mempertemukannya dengan sang maestro musik Campur Sari sekaligus beberapa kali berkesempatan duet sepanggung.

"Ya sampai saat ini pun saya tidak menyangka hobi saya menyanyi bisa memperkenalkan saya dengan Pakde sekaligus berkesempatan nyanyi satu panggung," ujar Ayub.

"Tapi tetap fokus saya pada sepak bola, saya menikmati proses panjang yang sudah saya jalani hingga saat ini. Kalau nyanyi sekadar hobi saja," lanjut pesepak bola yang kini memperkuat Martapura FC ini.

Meski menyanyi hanya sekadar hobi, namun Ayub tetap mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk tampil di konser 'Ambyar Tak Jogeti Tribute to Didi Kempot'.

"Mumpung kompetisi sedang ditangguhkan seperti saat ini, saya mengisi waktu dengan berlatih vocal," jelasnya.

Sekadar informasi, konser Ambyar Tak Jogeti merupakan agenda besar Didi Kempot untuk merayakan 30 tahun berkarier di dunia musik Indonesia.

Pada 10 Maret 2020, penyanyi bernama lengkap Dionisius Prasetyo itu mengatakan tak pernah bermimpi bisa menggelar konser di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Konser akbar tersebut awalnya akan digelar pada 10 Juli 2020. Namun, Konser Ambyar Tak Jogeti kala itu terpaksa ditunda hingga 14 November 2020 karena wabah virus corona. Namun apa daya, takdir berkata lain, Didi Kempot meninggal dunia.

Didi Kempot adalah salah satu fenomena dalam musik Indonesia, terlepas dari namanya kian viral melambung dalam beberapa tahun terakhir.

Musisi kelahiran 31 Desember 1966 ini sejatinya telah bermusik sejak 1984.

Ia menjalani karier bermusik dari tahap yang amat bawah, menjadi pengamen.

Didi Kempot sudah menghasilkan puluhan album, setidaknya yang tercatat ada Stasiun Balapan (1999), Modal Dengkul, Tanjung Mas Ninggal Janji, Seketan Ewu, Plong (2000), Ketaman Asmoro (2001), Poko'e Melu (2002), Cucak Rowo (2003), Jambu Alas bersama Nunung Alvi (2004) dan Ono Opo (2005). (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Klub
    D
    M
    S
    K
    GM
    GK
    -/+
    P
    1
    Persija Jakarta
    21
    12
    5
    4
    28
    11
    11
    41
    2
    Persib
    19
    12
    3
    4
    32
    25
    6
    39
    3
    PSM Makasar
    20
    10
    8
    2
    35
    8
    19
    38
    4
    Madura United
    21
    11
    3
    7
    26
    14
    6
    36
    5
    Bali United
    20
    11
    2
    7
    44
    21
    14
    35
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved