Update Corona di DI Yogyakarta

Marketplace 'Jogjakita' Beri Peluang bagi UMKM untuk Dongkrak Penjualan Selama Pandemi Covid-19

Menyikapi pola penjualan digital, Dinas koperasi dan UKM DIY pun meluncurkan aplikasi Jogjakita sebagai market place bagi UMKM di wilayah Yogyakarta.

TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Aplikasi Jogjakita 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama pandemi Covid-19, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut untuk proaktif dalam penggunaan media digital sebagai jejaring pemasaran produk.

Untuk menyikapi pola penjualan digital, Dinas koperasi dan UKM DIY pun meluncurkan aplikasi Jogjakita sebagai market place bagi UMKM di wilayah Yogyakarta.

Kepala Bidang Layanan Kewirausahaan, Dinas Koperasi dan UKM DIY, Wisnu Hermawan mengatakan, sudah sekitar 400 UMKM yang terdaftar dalam aplikasi Jogjakita.

Bangkitkan UMKM yang Terdampak Pandemi Virus Corona, Ini Strategi Pemkot Yogyakarta

"Selama diluncurkan, aplikasi ini sudah membantu sekitar 400 UMKM dalam pemasaran secara digital. Hingga Sabtu (04/07/2020) nilai transaksi sudah mencapai Rp500 juta," jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Kamis (09/07/2020).

Penjualan digital, kata Wisnu, harus bisa dimaksimalkan karena peluangnya cukup besar. Apalagi masa new normal dipastikan ada pergeseran transaksi, dari konvensional ke digital.

Selain itu, untuk mengembangkan market place, Dinas Koperasi dan UKM DIY pun berencana akan menggandeng market place yang mempunya jejaring sosial lebih luas.

"Ke depannya, direncanakan akan ada kolaborasi dengan market place yang lebih besar yang mampu menampung produk UMKM. Tak hanya itu, market place yang akan diajak kerja sama pun harus memenuhi syarat mudah digunakan, gampang diakses, dan didukung layanan transaksi yang sederhana namun cepat dan akurat," ujar Wisnu.

BREAKINGNEWS : Tambahan 3 Kasus Baru Covid-19 di DIY, 2 di antaranya Bapak dan Anak

Sebelum menebarkan sayap yang lebih luas.

Saat ini, Dinas Koperasi dan UKM DIY terus mendorong pelaku UMKM untuk terbiasa dalam penggunaan pasar digital.

Selain itu, kualitas dan kuantitas produk UMKM pun turut menjadi perhatian utama  agar bisa bersaing dengan produk asing.

"Sebelum merambah ke jaringan market place yang lebih luas, persiapan untuk membiasakan UMKM dalam penjualan digital lebih penting. Maka, untuk sekarang kami terus berikan pelatihan dari segi pemanfaatan, pelayanan, komersil, kualitas dan kuantitas produk untuk media penjualan secara digital ini," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved