Kota Yogyakarta

Karang Taruna Kampung Mrican Sulap Tepi Sungai Gajahwong yang Kumuh jadi Bendhung Lepen

Selain meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, keberadaan Bendhung Lepen juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Pengunjung Bendhung Lepen asyik memberi makan ikan, Kamis (09/07/2020) 

Dukungan dari warga Kampung Mrican rupanya sangat besar, setelah berhasil membersihkan saluran irigasi, terpikirlah ide untuk pembenihan bibit ikan.

"Sayang kalau cuma begitu saja, akhirnya ya dimasuki ikan. Sampai saat ini sudah empat kali panen, dan hasilnya untuk warga. Dukungan warga sangat besar, semua juga dari swadaya warga. Juga dibantu pemerintah karena ada penataan kawasan kumuh,"lanjutnya.

Saat ini, Bendhung Lepen justru menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Yogyakarta.

Tidak hanya untuk warga Kampung Mrican saja, Bendhung Lepen juga dikunjungi masyarakat dari luar Kota Yogyakarta.

Meski ramai dikunjungi masyarakat, pihaknya tidak ingin mengomersialkan Bendhung Lepen.

REALTIME NEWS : Debit Air Sungai Gajahwong Meluap, Pemukiman Warga di Umbulharjo Tergenang

"Tidak ada restribusi, memang banyak masukan, tetapi kami tidak mau. Untuk operasional kami menggunakan uang dari pelet, kita jual pelet Rp2.000 per cup,"terangnya.

Selain meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, keberadaan Bendhung Lepen juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sebab banyak warga yang akhirnya membuka usaha di sekitar Bendhung Lepen.

Memang tak banyak yang tahu bahwa Bendhung Lepen dulunya merupakan kawasan kumuh, termasuk Henny Prihastuti (33).

Warga Ngadisuryan, Kraton tersebut datang karena mendapat informasi dari grup WhatsApp.

"Bagus sekali, ini inovasi dari masyarakat dan menghidupkan ekonomi masyarakat juga. Yang tidak punya pekerjaan jadi bisa jualan di sini,"katanya.

Menurut dia, Bendhung Lepen bisa menjadi alternatif wisata di tengah pandemi untuk melepas penat.

Selain merasa dekat dengan alam, dua anak Henny senang bisa berinteraksi dengan ikan.

"Anak-anak seneng bisa main sama ikan. Selama pandemi kan di rumah terus, ini bisa jadi alternatif wisata. Kalau datang ke mall anak pegang-pegang, sementara di sini masih bisa kontrol. Anak-anak juga belajar kejujuran, karena waktu beli pelet tidak ada yang jaga, uang hanya ditaruh saja," tambahnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved