Kolektifitas dan Sinergitas jadi Kunci Dalam Menggeliatkan Kembali Sektor IKM di Kulon Progo  

Kolektifitas dan Sinergitas jadi Kunci Dalam Menggeliatkan Kembali Sektor IKM di Kulon Progo  

Penulis: Irvan Riyadi | Editor: Hari Susmayanti
istimewa
Produksi masker oleh UMKM di Kulon Progo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Kolektifitas dan sinergitas dapat menjadi kunci dalam upaya menggeliatkan kembali sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kulon Progo.

Selama hampir 4 bulan lamanya, sebagian besar IKM di Kulon Progo, tersendat terkena hantaman pandemi covid-19.

Kini, pelaku usaha kecil perlahan mulai bangkit.

 Dalam upaya kembali menata diri itu, kehadiran pendampingan dari dinas yang menaungi, tidak kalah penting. 

 Karena, untuk bisa bangkit setelah hantaman pandemi, peran berbagai pihak yang saling bahu membahu, baik pemerintahan, maupun pelaku Industri Kecil Menengah sangat menentukan.

 "Beberapa waktu belakangan, kami menyadari, kami harus hadir dan mendampingi pelaku IKM," ujar Dewantoro, Kepala Bidang Industri, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo, Selasa (7/7/2020).

Hal itu menurutnya, adalah hal yang paling nyata dan paling bisa dilakukan di tengah masa pandemi.

"Sembari mendengarkan lalu memikirkan, kira-kira apa yang bisa kita lakukan bersama untuk bisa kembali menggeliatkan iklim industri," tambahnya.

Seluruh Pantai di Gunungkidul akan Lakukan Uji Coba Secara Bertahap

BREAKING NEWS : Gagal Curi Ikan Koi, Pelajar Ini Malah Seret Pedang, Akhirnya Diringkus Ojek Online

Dewantoro menyebut di Kulon Progo, beberapa IKM masih bisa survive.

Namun sebagian lagi terdampak cukup berat sehingga harus mendapatkan pendampingan dari pihak-pihak terkait untuk bisa bangkit lagi.

Contoh industri yang paling terasa lesunya adalah sektor industri batik (sandang), pasir-semen dan olahannya, serta olahan serat alam.

 "Batik, juga olahan pasir-semen, termasuk olahan serat alam, kesulitannya saat ini, kan serapan produknya memang mengikuti mekanisme pasar. Permintaan hampir tidak ada, maka produksi akan tersendat. Intervensi kebijakan untuk pasar, pun saat ini belum mampu berbuat banyak karena bergantung pada mekanisme pasar itu. Apalagi yang ekspor," paparnya.

Namun, paling tidak menurutnya masih ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

"Koletifitas dan sinergitas, itu cukup penting. Kami selaku yang mendampingi, pelaku industri juga harus tetap semangat dan tidak putus dalam mengasah kreatifitas untuk pengembangan. Kami akan fasilitasi dan dampingi," imbuh Dewantoro. (Tribunjogja/Irvan Riyadi)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved