'Gerakan Beli Batik Sleman' Bentuk Nyata Kecintaan Kustini Sri Purnomo Pada Batik Sleman
Aksi borong disambut hangat oleh pengrajin karena merasa diberdayakan sehingga mencapai tingkat kesejahteraan ekonomi yang baik.
TRIBUNJOGJA.COM - Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo menghadiri pertemuan dengan 25 pengrajin batik di Sleman, Minggu (5/7/2020).
Pada kesempatan ini, Kustini Sri Purnomo yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Sleman mencetuskan 'Gerakan Beli Batik Sleman' sebagai upaya memberdayakan pengrajin batik di Kabupaten Sleman.
Peresmian 'Gerakan Beli Batik Sleman' dilakukan secara simbolis oleh Kustini Sri Purnomo dengan membatik cap.
Sebagai komitmen Gerakan Beli Batik Sleman, Kustini Sri Purnomo membeli ribuan batik dari para pengrajin.
Aksi borong disambut hangat oleh pengrajin karena merasa diberdayakan sehingga mencapai tingkat kesejahteraan ekonomi yang baik.
Mereka mengucapkan terima kasih kepada Kustini Sri Purnomo, karena sudah melakukan aksi nyata untuk memperdayakan para pengrajin.
Para pengrajin merasa sangat terbantu karena selama covid-19 ini pendapatan mereka menurun.
"Adanya Gerakan Beli Batik Sleman harapannya untuk kedepan semua yang ada di Sleman harus membeli batik dari pengrajin di Sleman. Kita harus menggunakan produk yang dibuat oleh masyarakat kita sendiri," kata Kustini Sri Purnomo.
Kustini Sri Purnomo sendiri sangat memperhatikan batik Sleman yaitu batik dengan motif Parijotho dan Salak.
Dua tahun lalu, sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sleman, Kustini Sri Purnomo mengusulkan kepada Pemda Sleman untuk menggunakan batik Parijotho yang dibuat oleh pengrajin Sleman sebagai seragam haji.
Dan sampai sekarang program itu masih terus berjalan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kustini-sri-purnomo-perajin-batik.jpg)