Breaking News:

Penjelasan di Balik Video Viral Pendaki Gunung Lawu yang Berjubel di Tengah Pandemi COVID-19

Dalam video tersebut, terlihat bahwa ada ratusan orang yang terlihat membawa perlengkapan pendakian gunung.

Editor: Rina Eviana
Twitter/tahupetismanis
Tangkapan layar video ramainya pendaki di area pintu masuk pendakian Gunung Lawu via Candi Cetho 

TRIBUNJOGJA.COM - Sebuah video menunjukkan pendaki berjubel menuju Gunung Lawu viral di medsos (media sosial).

Video viral pendakian menuju Gunung Lawu melalui jalur Candi Cetho tersebar di media sosial pada Sabtu (4/7/2020).

Dalam video viral tersebut, terlihat bahwa ada ratusan orang yang terlihat membawa perlengkapan pendakian gunung.

Adapun narasi pada salah satu unggahan video di Twitter adalah sebagai berikut:

"Ini pd mau mendaki Gn Lawu via Candi Cetho. Org segtu banyaknya,gmn nnti klo sdh d atas? Blm yg via Cemoro Kandang Magetan. Tumplek blek d atas.. Protokol kesehatan,jg ada yg blm pke masker.."

Namun, bagaimana kejadian sebenarnya?

Mengonfirmasi kejadian ini, Kompas.com menghubungi Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawoto.

Ia membenarkan bahwa kejadian tersebut memang terjadi di jalur Candi Cetho menuju Gunung Lawu. Namun, Titis mengungkapkan alasan di balik ramainya orang-orang di area tersebut.

"Justru antrean tersebut terjadi karena penerapan secara ketat protokol Covid-19 di era new normal untuk pendaki Gunung Lawu," jelas Titis kepada Kompas.com, Minggu (5/7/2020) sore.

Kronologi Penemuan Pendaki yang Hilang di Gunung Guntur, Bingung Tak Bisa Mengingat Kejadian

Menurut dia, tidak hanya jaga jarak, dilakukan pengecekan kelengkapan, penulisan alamat, hingga penjelasan secara detail oleh petugas kepada para calon pendaki.

Pasalnya, peraturan maupun perlengkapan pendakian yang harus dibawa saat new normal berbeda dengan sebelumnya, yaitu termasuk sabun dan hand sanitizer.

"Juga penjelasan yang terkait dengan new normal COVID-19 di Gunung Lawu. Bagaimana jarak tenda, berapa orang yang boleh tinggal dalam satu tenda dan lainnya," tambahnya.

Ilustrasi: Kawasan Bulak Peperangan di Gunung Lawu
Ilustrasi: Kawasan Bulak Peperangan di Gunung Lawu (rahmathadi.com)

Dihubungi secara terpisah, Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar Sunardi juga memberikan keterangan senada.

"Betul, itu pendakian via Cetho, tetapi video itu diambil saat ada rombongan dari Sragen sejumlah 110 pendaki dan 25 orang pendamping, ditambah antre pengecekan perlengkapan dan briefing sehingga terjadi kemacetan di depan loket Candi Cetho," jelasnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (5/7/2020).

Sunardi mengakui terjadinya lonjakan saat itu karena kedatangan rombongan tersebut. "Kalau Sabtu, weekend kan memang ada peningkatan dan kebetulan juga saat itu ditambah rombongan 135 orang itu," tambahnya lagi.

Adapun protokol COVID-19, Sunardi menyebut bahwa implementasi ketat masih terus dilakukan ditambah dengan pembatasan jumlah pendaki.

"Akhirnya, kemarin koordinasi dengan pihak Perhutani dan Pemda, kami batasi 500 per hari. Protokol lainnya masih sama, hanya dulu belum ada batasan karena biasanya landai-landai sebelum COVID hanya 300-400 pendaki," ujarnya.

Gunung Merapi Masuki Fase Intrusi Baru, Warga Sekitar Lereng Masih Beraktivitas Normal

Ia menduga bahwa lonjakan yang terjadi juga disebabkan oleh pendaki gunung yang lama tidak dapat mendaki dan baru beberapa gunung yang dibuka, termasuk Gunung Lawu.

Sementara itu, untuk surat izin masuk kawasan konservasi (simaksi) dalam masa adaptasi kebiasaan baru di Gunung Lawu, imbuhnya tidak dilakukan di pos.

"Tetapi sudah diatur di basecamp bawah, itu ada tiga basecamp," kata Sunardi. Di situ, para calon pendaki datang dan mengisi formulir pendakian terlebih dahulu agar tidak terjadi penumpukan.

"Untuk ke depan, saya siapkan antisipasi, mengisi (formulir) sore, yang malam belum bisa mengisi," jelasnya. Di lapangan, data dimasukkan sore itu untuk kemudian dicek malamnya. Adapun pendakian baru dibuka pukul 7 malam.

"Itu nanti kalau sudah memenuhi kuota, enggak harus berangkat bareng karena pengecekan dan briefing, biar gak berdekatan dengan pendaki lain. Jika kuota sudah penuh, naik hari berikutnya atau lewat jalur lain," paparnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ramai soal Video Berjubelnya Para Pendaki di Gunung Lawu, Ini Penjelasannya..."

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved