Patuhi Protokol Kesehatan, SMP Al Mujahidin Gunungkidul Gelar Wisuda Drive-Thru

Kepala SMP Al Mujahidin, Agus Suroyo mengatakan sebanyak 105 lulusan mengikuti acara wisuda yang digelar secara unik ini.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Acara Wisuda di SMP Muhammadiyah Al Mujahidin, Playen, Gunungkidul yang digelar secara drive-thru pada Sabtu (04/07/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Wisuda dengan sistem drive-thru saat ini sedang populer dijalankan berbagai instansi pendidikan.

Sistem ini dipilih demi mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

Tak ketinggalan, SMP Muhammadiyah Al Mujahidin di Playen, Gunungkidul turut melakukan acara serupa.

Kegiatan wisuda bagi pelajar tingkat IX ini digelar pada Sabtu (04/07/2020) lalu.

Kepala SMP Al Mujahidin, Agus Suroyo mengatakan sebanyak 105 lulusan mengikuti acara wisuda yang digelar secara unik ini.

"Acara kami bagi jadi 3 sesi, di mana tiap sesi diikuti oleh dua kelas," kata Agus secara tertulis, Minggu (05/07/2020).

Agus menjelaskan calon wisudawan-wisudawati diantar para orangtuanya dan hanya boleh berhenti di gerbang belakang sekolah.

Begitu turun, suhu tubuh mereka langsung dicek dan tangannya disemprot cairan sanitizer.

Tak berhenti di situ, mereka diwajibkan menggunakan sarung tangan. Barulah diijinkan untuk naik ke atas panggung untuk diwisuda secara simbolis dan menerima ijazah.

Menurut Agus, cara ini rupanya efektif untuk mencegah terjadinya kerumunan saat acara berlangsung.

Protokol jaga jarak yang tetap dipatuhi pun bisa meminimalisir penularan COVID-19, yang masih terjadi saat ini di Gunungkidul.

"Orangtua juga tidak diperkenankan turun dari kendaraan. Jadi mereka hanya mengantarkan kemudian menjemput kembali putra-putrinya usai diwisuda.

Sebagian besar orangtua mengapresiasi langkah yang dilakukan pihak sekolah.

Mereka pun merasa tenang dan nyaman selama acara wisuda dilangsungkan. Hal serupa juga dirasakan para lulusan.

Anisa Nur Rofiah misalnya, salah satu lulusan SMP Al Mujahidin mengaku tidak keberatan dengan banyaknya ketentuan yang harus dilewati untuk diwisuda. Sebab ia merasa lebih nyaman dengan cara tersebut.

"Setidaknya saya tetap bisa mengikuti acara wisuda meski harus melewati protokol kesehatan yang ketat," kata lulusan asal Kota Yogyakarta ini.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved