Breaking News:

Yogyakarta

Timbul Wacana Taru Martani Kelola Ketahanan Pangan di DIY

PD Taru Martani didorong untuk mulai memperluas jaringan bisnis ke sektor ketahanan pangan di wilayah DIY.

TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Suasana diskusi terbatas pada Sabtu (4/7/2020) bertema Taru Martani dan Ketahanan Pangan DIY yang digelar di kawasan pabrik setempat. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perusahaan Daerah (PD) Taru Martani didorong untuk mulai memperluas jaringan bisnis ke sektor ketahanan pangan di wilayah DIY.

Wacana itu timbul dalam diskusi terbatas pada Sabtu (4/7/2020) bertema Taru Martani dan Ketahanan Pangan DIY yang digelar di kawasan pabrik setempat.

Direktur Utama PD Taru Martani, Nur Ahmad Afandi menyebut, sejak 2016 lalu pihaknya melalui instruksi Gubernur telah mulai mengelola pangan.

Namun hanya sebagai gudang tempat penyimpanan beras guna memastikan ketahanan pangan di wilayah setempat.

Pemda DIY Segera Selesaikan Proyek Hotel Mangkrak di Komplek PD Taru Martani

Setiap daerah diwajibkan untuk mempunya stok cadangan pangan seperti beras untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Sementara, cadangan beras yang dipunyai jika dititipkan ke BUMN disebut mesti membayar.

"Nah dari sini lah saya mulai tawarkan ke Pemda agar Taru Martani dijadikan tempat untuk menyimpan cadangan beras tadi," kata Nur Ahmad.

"Tapi saya bilang cadangan yang benar-benar untuk kebutuhan masyarakat dan dikeluarkan sewaktu-waktu perlu tinggal di gudang dan sisanya kami salurkan untuk biaya operasional," lanjut dia.

Sejak itulah perusahaan yang beken dengan produk cerutu itu mengelola pangan.

Namun, saat ini, kata Nur Ahmad diperlukan regulasi untuk mengatur bagaimana tata cara dan sistem pengelolaan yang akan dikelola oleh pihaknya.

Saat ini, pihaknya juga telah bekerjasama dengan sejumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk menyerap gabah petani.

Halaman
123
Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved