Breaking News:

Yogyakarta

Musim Kemarau Mulai Merata di DIY, Diprediksi hingga September

Sejak awal Juli musim kemarau mulai merata melanda seluruh DIY. Diprediksi puncak kemarau akan terjadi pada Agustus.

Musim Kemarau Mulai Merata di DIY, Diprediksi hingga September
NET
Ilustrasi

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Sejak awal Juli musim kemarau mulai merata melanda seluruh DIY.

Diprediksi puncak kemarau akan terjadi pada Agustus.

Sedangkan, musim kemarau kemungkinan masih akan berlangsung hingga September.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Stasiun Klimatologi Mlati, Reni Kraningtyas.

“Sebenarnya (musim kemarau) sudah mulai Mei kemarin. Tapi memang bervariasi untuk daerah-daerah di DIY. Memang yang awal masuk musim kemarau kan Gunungkidul dulu. Juli ini mulai merata seluruhnya. Puncaknya Agustus nanti,” ujar Reni saat dihubungi Tribunjogja.com, Sabtu (4/7/2020).

Ini Antisipasi BPBD DIY Hadapi Kemungkinan Terburuk Kemarau Mendatang

Reni menjelaskan, pada musim kemarau bukan berarti tidak ada hujan sama sekali.

Dikatakan musim kemarau karena curah hujan sudah di bawah 50 mm perdasarian atau per 10 hari selama 3 hari berturut-turut.

“Jadi akumulasi perdasarian itu di bawah 150 mm. Itu bisa dikatakan sudah masuk musim kemarau. Walaupun puncak kemarau juga bisa ada hujan. Tapi memang berangsur-angsur potensi hujan menurun,” tuturnya.

Ia menambahkan, curah hujan pada Juni, yang mana masih sering terjadi hujan, rata-rata antara 20-50 mm per dasarian.

Halaman
123
Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved