Sidang Lanjutan Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman, Saksi Beberkan Pembina Tak Ikut Dampingi Siswa

Agenda persidangan kali ini mendengar keterangan sembilan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Santo Ari
Suasana sidang susur sungai dengan agenda keterangan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Kamis (2/7/2020). 

"Misal di situ tidak hujan tapi kalau utara terlihat gelap dan hujan, pasti banjir,"ungkapnya.

Sebelumnya, Yogi Rahardjo selaku JPU, di depan majelis hakim yang diketuai Annas Mustaqim, mengungkapkan, kegiatan susur sungai itu dilaksanakan pada 21 Februari 2020 pukul 13.30 di sungai Sempor yang dipimpin IYA, RY dan DDS selaku pembina pramuka.

Ketiga tersangka memberikan penjelasan kepada empat pejabat yang datang yakni dinas pendidikan sleman, Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum DIY serta Biro dan advokasi perlindungan Hukum penegakan kode etik PGRI DIY
Ketiga tersangka memberikan penjelasan kepada empat pejabat yang datang yakni dinas pendidikan sleman, Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum DIY serta Biro dan advokasi perlindungan Hukum penegakan kode etik PGRI DIY (Tribun Jogja/Santo Ari)

Susur sungai itu diikuti sekitar 249 siswa. Kegiatan susur sungai ini diprogramkan dalam ekstrakurikuler Pramuka di SMPN 1 Turi di tahun ajaran 2019/2020.

Dikatakan JPU, kegiatan susur sungai merupakan kegiatan yang mengandung bahaya dan penuh risiko bagi keselamatan jiwa peserta.

Para pembina pramuka seharusnya berpedoman SK Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No 227 Tahun 2007 tentang petunjuk penyelenggaraan kebijakan manajemen pramuka. 

"Seharusnya para terdakwa selaku pembina pramuka melakukan survei lokasi, minta izin ke Kamabigus, orang tua siswa, TNI/Polri dan SAR. Kemudian menyiapkan peralatan seperti tali, ban bekas, tongkat. Selain itu perlu menyiapkan alat keselamatan yaitu pelampung dan perahu kecil, serta alat komunikasi dan alat kesehatan," ujarnya. 

Pascainsiden Susur Sungai Sempor, SMPN 1 Turi Gelar Deklarasi Move On bersama Bupati Sleman

Penyidik Polres Sleman Serahkan Berkas Kasus Susur Sungai Sempor ke Kejaksaan

Namun hal itu tidak dilakukan. Kegiatan tersebut awalnya berjalan lancar namun ketika para siswa-siswi yang berada paling depan sudah mencapai finish dan sebagian regu sudah naik ke atas jembatan, tiba-tiba datang air sangat deras.

Arus sungai tersebut menerjang para siswa-siswi yang masih berada di sungai hingga hanyut terseret arus. 

"Tidak ada alat yang dapat dipergunakan untuk pegangan karena siswa-siswi tidak membawa peralatan apapun untuk menjaga diri, akibatnya ada beberapa siswi meninggal dunia," ungkapnya. 

"Para terdakwa tidak mempertimbangkan dari segi alat, segi petugas dan cuaca," imbuhnya. 

Atas peristiwa itu, sebanyak 10 siswa SMPN 1 Turi meninggal dunia. Ketiga terdakwa didakwa melanggar  Pasal 359 KUHP dan 360 (2) KUHP Jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP. Adapun untuk pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia dan pasal 360 KUHP karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain luka-luka. Ketiga terdakwa terancam hukuman maksimal lima tahun penjara. (*)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved