Sidang Lanjutan Susur Sungai SMPN 1 Turi Sleman, Saksi Beberkan Pembina Tak Ikut Dampingi Siswa

Agenda persidangan kali ini mendengar keterangan sembilan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penulis: Santo Ari | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Santo Ari
Suasana sidang susur sungai dengan agenda keterangan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Kamis (2/7/2020). 

"Tahun lalu juga pernah ada susur sungai, di Sempor juga. Di utara lokasi kejadian. Tahun lalu saat finish baru hujan dan juga mendung, tapi air tidak naik," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu terdakwa IYA sempat memberikan tanggapan dan menyatakan bahwa susur sungai merupakan salah satu kegiatan harian.

Dan kegiatan susur sungai ini bukan hanya keputusan dia seorang, namun keputusan bersama.

"Tiap Jumat kegiatan berbeda ada tali temali, tongkat, sku, penjelajahan seperti seperti susur sungai," jelasnya.

IYA juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah memberikan pembekalan untuk susur sungai, seperti mengukur kecepatan air dan dalamnya sungai.

Sementara  untuk susur sungai kali ini, ia menginstruksikan agar para siswa tetap berjalan di pinggir sungai.

"Kalau ada yang ke tengah, saya tidak tahu," ujarnya.

SMPN 1 Turi menggelar Deklarasi Move On bersama Bupati Sleman, Senin (2/3/2020).
SMPN 1 Turi menggelar Deklarasi Move On bersama Bupati Sleman, Senin (2/3/2020). (TRIBUNJOGJA.COM / Maruti Asmaul Husna Subagio)

Salah satu saksi lainnya, yakni Sardiyanto (39) warga Dusun Dukuh, Desa Donokerto, Turi mengungkapkan bahwa saat itu cuaca sedang mendung dan gerimis ketika anaknya berteriak memberitahu bahwa ada yang terseret arus sungai.

"Saya kira yang hanyut itu anak kampung saya. Saya tidak tahu kalau di sungai ada kegiatan susur sungai anak-anak SMP," jelasnya.

Mendengar informasi itu, ia berlari menuju jembatan sungai sempor, dan melihat ada siswa yang memeluk titian bambu. Spontan dia terjun ke sungai untuk menolong korban.

Setelah berhasil menyelamatkan satu siswa ia pun menyisir sungai.

Dan kembali menemukan seorang siswa yang tersangkut di bebatuan di selatan bendungan. Siswa tersebut dalam keadaan pinggang ke atas berada di dalam air.

"Saya tolong, tapi saya tidak memastikan dia selamat atau tidak. Saya bawa ke tepi dengan sekuat tenaga,  kemudian minta bantuan pemuda dari dusun untuk membantu evakuasi," paparnya. 

Sardiyanto menjelaskan bahwa karakter sungai sempor berliku dan berbatu besar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved