Breaking News:

Atasi Masalah Air Bersih, ACT DIY Bangun Sumur Wakaf di Gunungkidul

Atasi Masalah Air Bersih, ACT DIY Bangun Sumur Wakaf di Kecamatan Patuk Gunungkidul

Dok. ACT DIY/Istimewa
Warga Waduk, Patuk, Gunungkidul memasang pipa untuk mengalirkan air dari sumur baru donasi ACT DIY ke bak penampungan 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Musim kemarau yang sudah mendekat mulai membuat warga di Gunungkidul was-was. Pasalnya ancaman kekeringan serta sulitnya akses air bersih bisa mengancam kehidupan sehari-hari mereka.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) DIY pun segera berinisiatif untuk membangun sumur di wilayah yang berpotensi kekeringan. Salah satunya di Padukuhan Waduk, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk.

"Sumur ini menjadi proyek ke-30 yang kami kerjakan lewat program Sumur Wakaf ACT DIY," ungkap Kharis Pradana selaku koordinator program lewat keterangan tertulis, Kamis (02/07/2020).

Pengerjaan sumur berlangsung sejak Mei hingga akhir Juni lalu. Prosesnya berlangsung lama lantaran kondisi tanah bebatuan keras, dan menyebabkan alat pengebor sempat beberapa kali rusak.

Setelah proses pengeboran berhasil, tim kemudian menyelesaikan pembangunan sumur sedalam 82 meter tersebut. Widi selaku tim pengebor mengungkapkan bahwa air yang muncul memiliki kualitas baik.

"Saat dicoba dua jam air mengalir tanpa henti dan debitnya juga tak berkurang," tutur Widi.

Jawaban Wali Kota Tri Rismaharini Ketika Surabaya Disebut Bisa Menjadi Seperti Wuhan

Duka Kembali Selimuti Dunia Medis Indonesia, Dokter di Probolinggo Meninggal Akibat Virus Corona

Selain di Waduk, Kharis menyebut pihaknya juga sedang membangun Sumur Wakaf di Gedangsari. Wilayah tersebut juga langganan krisis air bersih tiap musim kemarau datang.

Ia mengatakan proses pengadaan Sumur Wakaf ini tak lepas dari dukungan dan donasi warga DIY kepada ACT. Kharis pun berharap kehadiran sumur ini bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga.

"Semoga sumur ini mampu mengatasi masalah krisis air bersih, terutama di sejumlah wilayah Gunungkidul," katanya.

Dukuh Waduk, Asmuni mengatakan keberadaan sumur ini bisa semakin mempermudah akses air bersih bagi warga. Sebab sebelumnya mereka harus memanfaatkan sumur dangkal yang berada 500 meter dari pemukiman.

Sumur ini nantinya akan dimanfaatkan warga Waduk untuk keperluan mesjid setempat. Selain itu airnya akan segera dialirkan ke rumah-rumah warga melalui pipa.

"Total ada 4 RT dan terdiri atas 167 Kepala Keluarga yang akan mengakses air bersih dari sumur baru ini," jelas Asmuni.(Tribunjogja/Alexander Ermando)

Editor: Hari Susmayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved