Breaking News:

Bantul

Buka Terbatas, Pantai Parangtritis Cuma Layani Wisatawan selama 12 Jam

Kwintarto mengatakan, selain melakukan pembatasan, saat ini pihaknya terus berupaya menerapkan Standard Operasional Prosedur (SOP) pariwisata sebagai

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul telah membolehkan semua objek wisata di Bumi Projotamansari untuk kembali beroperasi.

Termasuk pantai Parangtritis.

Terhitung tanggal 1 Juli, objek wisata pantai selatan Bantul itu sudah mulai resmi menerima kunjungan wisatawan.

Meskipun masih secara terbatas. Hanya melayani wisatawan selama 12 jam saja. "Kita buka dari jam enam pagi, sampai jam enam sore," kata Kepala Dinas Pariwisata Kwintarto Heru Prabowo, Senin (1/7/2020).

Menurut dia, waktu operasional memang sengaja dibatasi, agar wisawatan yang datang di tengah pandemi covid-19 tidak overload atau membludak terlalu banyak sehingga tetap bisa diarahkan agar mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu, pembatasan waktu operasional juga supaya menjaga stamina tetap fresh dari para petugas jaga.

Bersiap Terapkan New Normal, Bupati Suharsono Izinkan Semua Objek Wisata di Bantul Buka

Pengunjung bisa berwisata di pantai Parangtritis hanya pada siang hari.

Harapannya, kata Kwintarto, pengunjung dapat terkena sinar matahari sehingga meskipun suasananya lebih panas tetapi akan lebih sehat.

"Ini yang sekarang kita terapkan," ujar dia.

Kwintarto mengatakan, selain melakukan pembatasan, saat ini pihaknya terus berupaya menerapkan Standard Operasional Prosedur (SOP) pariwisata sebagai langkah pencegahan covid-19.

Meskipun, belum sepenuhnya semua dapat dijalankan.

Pantai Parangtritis Bantul Dikunjungi Belasan Ribu Wisatawan Selama 3 Hari Masa Uji Coba New Normal

Tetapi setidaknya standard pelayanan minimal (SPM) dapat dijalankan, seperti ada tempat cuci tangan, menerapkan physical distancing atau jaga jarak, petugas dan pengunjung wajib memakai masker serta memeriksa suhu badan saat wisatawan masuk objek wisata.

Kedepan, pihaknya mengaku akan terus menyempurnakan protokol yang ada.

Salah satunya melakukan pendataan dengan menggunakan barcode scan sebagai alat tracking untuk melacak siapa dan darimana saja pengunjung yang datang.

"Arahnya kita kesana pendataan menggunakan barcode, tetapi kita lakukan bertahap," ujar dia. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved