Suhu di Kutub Selatan Naik 1,8 Derajat Celcius Selama 30 Tahun Terakhir, Dipicu Suhu Laut Tropis

Suhu di Kutub Selatan Naik 1,8 Derajat Celcius Selama 30 Tahun Terakhir, Dipicu Suhu Laut Tropis

NSIDC / Ted Scambos
Pada 2015, ilmuwan NASA memperingatkan lapisan es Larsen B di Antartika kemungkinan akan pecah menjadi ratusan gunung es sebelum akhir dekade ini. 

TRIBUNJOGJA.COM - Hasil studi terbaru mengungkapkan fakta kalau suhu di kutub selatan menghangat tiga kali lebih cepat dibandingkan bagian bumi lainnya.

Menghangatkan suhu di kutub selatan ini terjadi dalam waktu 30 tahun terakhir.

Pemicu naiknya suhu di kutub selatan ini karena menghangatnya suhu laut tropis.

Temperatur Benua Antartika memang sangat bervariasi sesuai dengan musim dan wilayah.

Tapi selama bertahun-tahun diperkirakan suhu Kutub Selatan tetap saja dingin, bahkan ketika suhu benua itu memanas.

Namun kini temperatur Kutub Selatan menghangat tiga kali lebih cepat dari wilayah lainnya.

Hal ini mendorong para peneliti di Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat untuk menganalisis data stasiun cuaca selama 60 tahun terakhir guna mengetahui apa penyebab percepatan pemanasan itu.

Analisis data dilakukan dengan menggunakan pemodelan komputer.

Para peneliti menemukan, suhu lautan yang lebih hangat di Pasifik barat selama beberapa dekade telah menurunkan tekanan atmosfer di atas Laut Weddell di Atlantik selatan.

Kondisi tersebut telah meningkatkan aliran air yang hangat langsung ke Kutub Selatan, menghangatkannya lebih dari 1,83 derajat celsius sejak tahun 1989.

Sehari Pascaperintah Penangkapan Donald Trump, Iran dan AS akan Bertemu Bahas Kesepakatan Nuklir

Coba Kabur, Pengedar Narkoba di Jambi Akhirnya Tertangkap Gara-gara Kakinya Patah Tabrak Batu Nisan

Halaman
12
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved