Pandemi Covid-19 Memukul Sektor Ekonomi, Berikut Pesan Presiden Joko Widodo

Presiden mengakui bahwa yang dihadapi sekarang ini bukan hanya krisis kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi.

covid19.go.id
Pandemi Covid-19 Berdampak pada Kehidupan Ekonomi, Berikut Pesan Presiden Joko Widodo 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa ancaman pandemi Covid-19 di Indonesia masih belum berakhir, karena kondisinya masih berubah-ubah dan dinamis.

Menurutnya, di sisi kesehatan, diperlukan upaya bersama untuk menjaga agar jangan sampai muncul gelombang kedua.

Namun, Presiden mengakui bahwa yang dihadapi sekarang ini bukan hanya krisis kesehatan, tetapi juga masalah ekonomi.

Jadwal Resmi Lanjutan Liga 1 2020 Bakal Dirilis pada Bulan Juli, Ini Kata PT LIB

"Saya titip yang kita hadapi ini adalah bukan hanya urusan krisis kesehatan, tapi juga masalah ekonomi, krisis ekonomi. Sekarang ini yang namanya demand terganggu, suplai terganggu, produksi terganggu," kata Presiden saat memberikan arahan terkait penanganan Covid-19 di Posko Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (30/6).

Dalam acara yang juga dihadiri seluruh bupati dan wali kota se-Jawa Tengah melalui video konferensi itu, Presiden menyebut, pada kuartal yang pertama ekonomi masih tumbuh, keadaan normal kita di atas 5 (persen).

PEMBATASAN PENGUNJUNG MALIOBORO. Pengunjung melintasi tanda pembagian zona di kawasan Malioboro, kota Yogyakarta, minggu (28/6/2020). Agar pengunjung dapat menjaga jarak, Pemkot Yogyakarta membagi kawasan Malioboro menjadi lima zona dan batasan maksimal ada 500 orang pengunjung ditiap zona.
PEMBATASAN PENGUNJUNG MALIOBORO. Pengunjung melintasi tanda pembagian zona di kawasan Malioboro, kota Yogyakarta, minggu (28/6/2020). Agar pengunjung dapat menjaga jarak, Pemkot Yogyakarta membagi kawasan Malioboro menjadi lima zona dan batasan maksimal ada 500 orang pengunjung ditiap zona. (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

“Kuartal pertama kita masih bisa tumbuh 2,97 (persen). Tetapi di kuartal kedua kita sangat khawatir bahwa kita sudah berada di posisi minus pertumbuhan ekonomi kita,” tuturnya.

Pandemi COVID-19 Belum Kelar, di China Muncul Virus Flu Babi Baru yang Menginfeksi 4,4% Populasi

Untuk itu, Presiden mewanti-wanti jajaran pemerintahan di daerah supaya berhati-hati dalam mengelola pandemi, sehingga urusan kesehatan dan ekonomi bisa berjalan beriringan.

Harus terkendali

Presiden meminta agar daerah tidak membuka ekonomi tanpa ada sebuah kendali yang baik di bidang kesehatannya.

"Jangan sampai melonggarkan tanpa sebuah kendali rem, sehingga mungkin ekonominya bagus, tapi Covid-nya juga naik.

Suasana Pantai Kukup, Tanjungsari, Gunungkidul saat hari pertama pelaksanaan Tahap Uji Coba, Rabu (26/06/2020) lalu
Suasana Pantai Kukup, Tanjungsari, Gunungkidul saat hari pertama pelaksanaan Tahap Uji Coba, Rabu (26/06/2020) lalu (TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando)
Halaman
12
Penulis: Joko Widiyarso
Editor: Joko Widiyarso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved