Kota Yogya

DLH Kota Yogya Berikan Kalpataru pada Empat Kategori

Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan penghargaan Kalpataru kepada masyarakat yang peduli pada lingkungan.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan penghargaan Kalpataru kepada masyarakat yang peduli pada lingkungan.

Penghargaan Kalpataru merupakan penghargaan pada perorangan atau kelompok masyarakat yang mengabdikan dirinya untuk lingkungan di sekitar mereka. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Suyana mengatakan ada empat kategori yang mendapat Kalpataru.

Pertama adalah kategori perintis lingkungan sebagai inisiator sodakoh sampah di Gedongan, Purbayan Kotagede yang diberikan kepada Marsono, selanjutnya Kategori Perintis Lingkungan sebagai tokoh pelopor pemanfaatan sabut kelapa menjadi pot bunga di Rejowinangun, Kotagede diberikan kepada Suparman.

Pemkot Yogyakarta Ubah Target Kinerja Karena COVID-19

Kategori ketiga adalah Kategori Penyelamat Lingkungan sebagai pelopor sekolah sungai di bantaran Sungai Code, Cokrodiningratan, Jetis diberikan kepada Sekolah Sungai Code Yogyakarta

Sementara kategori terakhir adalah Kategori Pembina Lingkungan sebagai pembina lingkungan kawasan permukiman ramah lingkungan di wilayah Kotabaru, Gondokusuman yang diberikan kepada Paulus Bawole. 

"Tahun ini Pemkot Yogyakarta bisa memberikan penghargaan pada masyarakat dan kelompok masyarakat dalam wujud Kalpataru, diantaranya perintis lingkungan dan pengabdi lingkungan," katanya, Selasa (30/06/2020).

Suyana memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah peduli terhadap lingkungan dan mengupayakan inovasi pelestarian lingkungan.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 30 Juni 2020, Satu Keluarga Dinyatakan Positif

"Terima kasih pada masyarakat yang sudah lakukan itu, memang itu keikhlasan masyarakat untuk memberikan pembinaan dan melestarikan lingkungan," sambungnya.

Menurut dia, inovasi yang sudah dilakukan oleh masyarakat bisa direplikasi di wilayah terdekat.

Sama halnya dengan efek domino, ia berharap inovasi-inovasi tersebut bisa dikembangkan dan ditiru di lingkungan sekitarnya.

"Misalnya sekolah sungai ada di RW 10, harapannya bisa dikembangkan di RW 09 dan RW 08. Jadi efek dominonya bisa ke samping. Tadi sudah disampaikan pada pak lurah, supaya inovasi ini bisa direplikasi di tempat lain,"ujarnya.

Ia berharap tahun depan ada sosok-sosok baru yang bisa menginspirasi dan semakin banyak masyarakat yang lebih peduli pada kelestarian lingkungan. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved