Drama Korea

Daftar 6 Drakor Angkat Isu Kesehatan Mental, Ada Kill Me Heal Me hingga It’s Okay Not to be Okay

Kesehatan mental kini sering menjadi isu di drama Korea. Hal ini lantaran hal-hal berkaitan dengan kesehatan mental masih tabu untuk dibicarakan

viki
Daftar 6 Drakor Angkat Isu Kesehatan Mental, Ada Kill Me Heal Me hingga It’s Okay Not to be Okay 

Namun, Min Kyu menjalani kehidupan yang terisolasi karena alergi parah terhadap orang sehingga tidak dapat bertemu dengan banyak orang bahkan menyentuh orang lain.

Meski ia sulit untuk bertemu orang, tak menutup kemungkinan bahwa ia memiliki IQ cukup tinggi sehingga membuatnya sering membuat robot atau sejenisnya untuk membantu kerja manusia.

Penemuan ia yang baru pda saat itu adalah Aji-3. Robot yang serupa dengan manusia. Tetapi, tak semudah yang dibayangkan, robot Aji-3 mengalami kerusakan pada batrai disaat mendekati peluncuran.

Akhirnya para tim dari Min Kyu pun mencari model robot yang digunakan saat pembuatan Aji-3 yaitu Ji Ah (diperankan oleh Chae Soo Bin). Mulai saat itulah mereka tinggal serumah dan saling jatuh cinta.

6. It's Okay to Not Be Okay (2020)

It's Okay to Not Be Okay
It's Okay to Not Be Okay (tvN)

'It's Okay to Not Be Okay' drama yang bergenre roman fantasi. Berkisah tentang seorang pekerja kesehatan di bangsal psikiatri yang hidup dengan 1,8 juta won (sekitar $ 1.520) sebulan. Ia merupkan sosok seorang penulis buku cerita yang antisosial.

Kim Soo Hyun akan memerankan Moon Kang Tae, seorang pekerja kesehatan komunitas di bangsal psikiatris.

Moon Kang Tae adalah seorang pria yang diberkati dengan segala sesuatu termasuk tubuh yang hebat, kecerdasan, kemampuan untuk bersimpati dengan orang lain.

Ia digambarkan sebagai karakter yang sempurna. Dia memiliki saudara lelaki yang menunjukkan gejala autisme dan delapan tahun lebih tua darinya.

Drama ini dimulai saat Moon Kang Tae yang menemui kakaknya, Moon Sang Tae (Oh Jung Se) di sebuah sekolah.

Sang Tae dianggap telah membuat keributan dan hampir menyebabkan kecelakaan saat siswa melakukan praktik kerja di laboratorium. Akhirnya, Sang Tae dikeluarkan dari sekolahnya.

Sebenarnya, Sang Tae telah berusia 40-an tahun, namun karena ia mengalami sindrom autisme, kini Sang Tae baru mengenyam pendidikan SMK-nya.

Mengetahui hal itu, Kang Tae pun langsung membawa Sang Tae keluar dari sekolah tersebut.

Beberapa tahun berlalu. Saat ini, Kang Tae bekerja sebagai seorang perawat di sebuah rumah sakit universitas.

Ia bekerja di bangsal psikiatris dan menangani sejumlah orang dengan gangguan kejiwaan.

Ternyata, selama ini, Kang Tae dan saudaranya selalu berpindah-pindah tempat tinggal, begitu juga dengan tempat kerjanya.

Bahkan, dalam 10 tahun terakhir, Kang Tae sudah pindah kerja sampai 15 rumah sakit berbeda.

( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )

Penulis: Bunga Kartikasari
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved