Terdampak Pandemi Virus Corona, Taman Kyai Langgeng Kehilangan Pendapatan Rp 7 Miliar

Terdampak Pandemi Virus Corona, Taman Kyai Langgeng Kehilangan Pendapatan Rp 7 Miliar

Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan
Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina dan Forpimda Kota Magelang saat melihat kesiapan Taman Kyai Langgeng untuk dibuka kembali, Senin (29/6/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng di Kota Magelang kehilangan pendapatan sebesar 50 persen atau sekitar Rp 7 miliar akibat pandemi virus corona.

Selama pandemi virus corona, obyek wisata andalan Kota Magelang tersebut ditutup sementara.

Hal itu menyebabkan pengelola kehilangan pemasukan antara Tp 7-9 miliar.

Direktur Utama PDOW TKL, Edy Susanto, mengatakan, kehilangan pendapatan itu terjadi saat momen ramai wisatawan berkunjung yakni, sewaktu libur puasa, Idul Fitri, dan liburan sekolah, bulan Maret hingga Juni 2020.

Namun, akibat pandemi, objek wisata ditutup sementara, sehingga hampir 50 persen pendapatan atau senilai Rp 7-9 Miliar diperkirakan hilang.

"Pendapatan kita itu pada saat ramai sebetulnya. Bulan Maret, April 2020 itu liburan sekolah. Kemudian, masuk puasa libur, Idul fitri, betul-betul saat ramai. Sehingga hampir terkuras 50 persen pendapatan kita hilang di sana.

Nilainya kurang lebih Rp 7 sampai 9 Miliar yang hilang kalau itu dibuka di bulan Maret, April, Mei, Juni 2020," kata Edy, Senin (29/6/2020) usai acara simulasi pembukaan di Taman Kyai Langgeng.

Kendati demikian, pihak Taman Kyai Langgeng tetap optimistis.

Kabar Gembira, Pasien Positif Virus Corona di Kota Magelang Tinggal Satu Orang

Satu Tenaga Kesehatan dari Kota Magelang yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Adanya perubahan target sekitar 50 persen saat APBD Perubahan ini. Dari sebanyak 624.000 target kunjungan wisatawan, kini targetnya hanya 310 ribu orang saja. Jika dihitung, senilai Rp 10 Miliar.

Target akan dikejar hingga bulan Desember 2020 mendatang, saat momen liburan Natal dan Tahun Baru.

"Target dikurangi, tapi harus ada profit. Ini tidak dikehendaki, force majeure, kenyataannya begitu. Insya Allah, di perubahan targetnya akan lebih baik. Kita masih punya waktu November Desember itu adalah event nataru. Mungkin bisa kejar di situ. Optimis," tutur Edy.

Soal rencana uji coba pembukaan, tanggal 1 Juli 2020 mendatang, rencana akan diuji coba buka kembali.

Tiga kali simulasi telah dilakukan. Pengaturan protokol kesehatan dari saat masuk, berada di dalam wisata, dan keluar juga telah disusun. Penempatan 50 tempat cuci tangan dan sistem tiket online juga dilakukan.

Jam buka juga hanya dibatasi selama seperempat hari saja, dari pukul 08.00-14.00 WIB. Jumlah pengunjung juga dibatasi hanya sampai 866 saja.

Di dalam taman, akan ada sistem penghitungan pengunjung yang akan selalu update, sehingga jumlah pengunjung dapat dikontrol.(Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved