Bisnis
Kisah Supardi, Pengrajin Anyaman Bambu dari Sleman Berjuang di Ketatnya Persaingan
Supardi menceritakan, mulai 1989 ia mendapatkan penawaran untuk mendalami desain di Jakarta selama setahun.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sudah berpuluh tahun, Supardi, pengrajin anyaman bambu ini menekuni usaha ini.
Ada pasang surut dunia usaha yang ia jalani.
"Dulu hanya membuat cething (tempat nasi) lalu semenjak bapak saya sudah merambah ke kerajinan. Tentunya hal ini juga mengalami perjalanan yang cukup panjang," tuturnya ketika ditemui Tribun Jogja, Sabtu (27/6/2020).
Supardi menceritakan, mulai 1989 ia mendapatkan penawaran untuk mendalami desain di Jakarta selama setahun.
Kemudian pada 1991, ia mulai mengembangkan kerajinan anyaman di Dusun Brajan, Desa Sendangagung, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
• BBKB Yogyakarta Fasilitasi Pelatihan Daring kepada IKM Batik dan Kerajinan Tangan
"Waktu itu sempat mendirikan kelompok pengrajin, karena basic masyarakat disini sebagai besar pengrajin. Kelompok kami dulu juga menampung anak-anak sekolah dengan pendidikan SMA/SMK. Jadi pagi mereka sekolah, setelah pulang sekolah baru mulai kerja. Namun, setelah mereka lulus sekolah, kelompoknya bubar karena sibuk mencari pekerjaan di luar," ucap pria yang lebih dikenal dengan nama Gedhe Supardi ini.
Menjalani usaha kerajinan anyaman bambu ini bermula saat ia menjadi mitra binaan dari Yayasan Trisna Karya selama kurang lebih 3 tahun.
Untuk produk kerajinan anyaman bambu yang diproduksi oleh Supardi diantaranya tempat tisu, tempat makan, cup lampu, keranjang dan lain-lain.
Harga dari kerajinan anyaman bambu yang diproduksinya dibandrol mulai harga Rp 5.000 hingga Rp 500.000.
Bahkan untuk pemasarannya tidak hanya dalam negeri namun telah merambah ke luar negeri juga.
"Kalau untuk dalam negeri kebanyakan dari Jogja, Bali, Surabaya dan Jakarta. Sedangkan untuk luar negeri ke Amerika, Selandia Baru dan Malaysia," bebernya.
• TRIBUN JOGJA TV: Pemuda Kreatif Ubah Bambu Jadi Peralatan Dapur
Ia menambahkan, usaha yang dilakoninya juga bekerjasama dengan trading perusahaan di Solo.
Dengan adanya kerjasama tersebut ekonomi di Dusun Brajan mengalami peningkatan karena terus mendapatkan pesanan.
"Selama 2 tahun mendapatkan pesanan dari perusahaan trading di Solo sebanyak 70.000 pcs, satu kampung saya suruh buat kerajinan semua. Alhamdulillah keuntungannya dapat digunakan untuk membuat rumah," kenang Supardi.
Untuk barang yang diproduksi tergantung dengan pesanan dari konsumen.
"Kalau tidak ada pesanan, kami juga sudah ada barang-barang yang sudah laku di pasar seperti tempat buah, tempat tisu dan cup lampu," ucapnya.
Dalam menjalani usahanya tersebut ia selalu mengutamakan kualitas baik dari kualitas bambu, barang dan tidak kalah penting kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Selain itu, untuk jenis bambu yang digunakan juga tidak sembarangan.
"Bambu yang masuk ke Brajan sudah memiliki karakter sendiri tidak sembarang bambu. Biasanya kami menggunakan jenis bambu apus," katanya.
• Bantu Pengembangan Hutan Bambu di Gunung Kidul, Taspen Beri Bantuan Senilai Rp 290 Juta
Proses finishing juga perlu dilakukan agar tidak mudah berjamur.
Omzet yang didapatkan oleh Supardi tergantung dari order yang masuk.
"Kalau pas ada partai besar bisa sekitar Rp 50 juta an sedangkan kalau pas sepi sekitar Rp 2 juta. Apalagi semenjak adanya pandemi Covid-19 ini," tuturnya.
Supardi mengatakan, semenjak pandemi Covid-19 pada Maret lalu, baru mendapatkan sekali orderan.
"Sebelum lebaran kemarin mendapatkan satu orderan berupa tempat make up sebanyak 650 pcs dalam waktu 10 hari dan itu mendapatkan omzet 10 juta," ujarnya.
Namun demikian, ia bersyukur dengan adanya kerajinan anyaman bambu ini dapat memenuhi kebutuhan ekonomi khususnya masyarakat di Dusun Brajan.
Selain itu, dapat mengembangkan kerajinan ini dalam ketatnya persaingan sehingga dituntut untuk lebih aktif lagi dalam mencari pasar. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/supardi-pemilik-sentra-anyaman-bambu-pring-gedhe-di-dusun-brajan.jpg)