Polda DIY Gelar Tradisi Pencucian Pataka Manggala Naya Wiwarottama

Polda DIY menggelar tradisi pencucian Pataka Polda DIY "Manggala Naya Wiwarottama" di Gedung Anton Soedjarwo Mapolda DIY, Rabu (24/6/2020).

Tayang:
Editor: ribut raharjo
Humas Polda DIY
Polda DIY menggelar tradisi pencucian Pataka Polda DIY "Manggala Naya Wiwarottama" di Gedung Anton Soedjarwo Mapolda DIY, Rabu (24/6/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-74 tinggal menghitung hari.

Polda DIY menggelar tradisi pencucian Pataka Polda DIY "Manggala Naya Wiwarottama" di Gedung Anton Soedjarwo Mapolda DIY, Rabu (24/6/2020).

Upacara yang berjalan dengan khitmat ditengah pendemi covid-19 tersebut dipimpin oleh Wakapolda DIY Brigjen Pol. R. Slamet Santoso, S.H., S.I.K.

Dalam kesempatan tersebut, saat dikonfirmasi Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto kepada pewarta menyampaikan tradisi pencucian pataka merupakan kegiatan yang rutin dilakukan untuk menyambut Hari Bhayangkara.

Hal ini merupakan wujud sebagai penggambaran dari kehendak Insan Bhayangkara untuk kembali ke nilai–nilai luhur perjuangan dan amanah yang diemban Polri sebagai Bhayangkara Negara.

"Nilai-nilai luhur ini harus tetap terjaga sebagai landasan insan Bhayangkara (Polri) dalam melaksanakan tugas yang telah diamanahkan oleh Negara," jelas Kabidhumas.

Lebih jauh Kabidhumas menceritakan yang terkandung dalam semboyan motto Polda DIY Manggala Naya Wiwarottama berlatar belakang berada di Wilayah kerajaan Mataram yang merupakan pusat seni adiluhung dari masa ke masa.

Manggala berarti Pemimpin, Naya berarti tuntunan/panutan, sedangkan wiwarottama diartikan sebagai pintu gerbang keutamaan.

"Sehingga makna yang terkandung pada Manggala Naya Wiwarottama adalah Pimpinan harus dapat menjadi panutan menuju ke pintu gerbang keutamaan," terangnya.

Menurut Kabidhumas, Yogyakarta merupakan daerah Istimewa mempunyai latar belakang perjuangan sejarah kemerdekaan Republik Indonesia di masa revolusi dengan pantang menyerah ini merupakan cerminan dari perjuangan raja-raja mataram tempo dulu saat melawan penjajahan.

"Hal inilah latar belakang dari sejarah menjadikan simbol-simbol yang ada di Pataka Naya Wiwarottama," tutupnya. (rls)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved