Breaking News:

Yogyakarta

Bentuk 438 Desa Tangguh Covid-19, Gugus Tugas DIY Siap Memulai Masa Transisi

Konsep desa tangguh itu sendiri menurut Biwara merupakan peran masyarakat desa untuk saling gotong royong.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
istimewa
Wakil Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana 

Gotong royong yang dimaksud yakni terpenuhi akan Sumber Daya Manusia (SDM), logistik, fasilitas kesehatan, informasi, serta keamanan.

"Tapi tentu akan bertahap dalam realisasi desa tangguh Covid-19 ini. Karena semakin besar mobilitas masyarakat, semakin besar pula kemungkinan penyebaran itu bisa terjadi," tegasnya.

Seperti Pendatang, Mahasiswa Wajib Membawa Surat Sehat dan Isolasi Mandiri

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten/Kota, Polri, TNI dan instansi lain untuk mengawal desa tangguh tersebut.

Sejauh ini masih belum ada ketentuan anggaran operasional dalam pembentukan desa tangguh Covid-19 tersebut.

"Karena baru dalam tahap penyusunan. Kami koordinasi dengan BPBD Kabupaten/Kota dulu," terang dia.

Diawali 60 Hotel

Masa transisi, disebutkan Biwara, ialah memastikan masyarakat dalam melakukan aktivitas sudah menggunakan protokol kesehatan.

Dalam hal ini, evaluasi pertama pihaknya mendapat laporan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY bahwa sudah ada 60 Hotel yang sudah dibuka.

Sektor pariwisata menurutnya menjadi hal yang lazim untuk memulai sadar protokol kesehatan.

Hal itu lantaran DIY ikonik dalam sektor tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved