Breaking News:

Liga Indonesia

PSS Tak Ingin Buru-Buru Panggil Pemain

Memanggil para pemain sebelum ada kepastian waktu kompetisi kembali bergulir, dipandang Hempri sebagai tindakan yang berisiko.

Penulis: Susilo Wahid Nugroho | Editor: Ari Nugroho
Tribunjogja.com | Suluh Pamungkas
PSS Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman belum memanggil pemain untuk berlatih meskipun kompetisi akan kembali dilanjutkan oleh PSSI pada September atau Oktober mendatang.

Super Elang Jawa, masih menunggu surat resmi dari PSSI.

Direktur Operasional PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Hempri Suyatna menyebut, surat dari PSSI tersebut akan menjadi pedoman bagi PSS untuk mengambil langkah selanjutnya terkait persiapan tim jelang kompetisi.

"Kita berharap, sudah ada kepastian tanggal kapan Liga 1 mulai digulirkan dalam surat tersebut. Selama ini kita baru mendengar informasi jika liga dilanjutkan sekitar September atau Oktober tanpa ada kejelasan waktu," kata Hempri, Minggu (21/6/2020).

Pelatih PSS Sleman Rutin Diskusi dengan Sejumlah Pelatih di Hong Kong Selama Liga 1 2020 Disetop

Memanggil para pemain sebelum ada kepastian waktu kompetisi kembali bergulir, dipandang Hempri sebagai tindakan yang berisiko.

Selain berpotensi membengkaknya anggaran klub, program latihan juga tidak bisa berjalan maksimal.

Dengan mengetahui kapan tanggal pasti liga kembali digulirkan, maka PSS bisa menghitung mundur waktu ideal bagi tim mulai melakukan persiapan.

Tim pelatih, juga bisa mulai menentukan kapan para pemain dipanggil untuk kembali menjalani latihan di Bumi Sembada.

Jauh lebih penting dari kepastian liga kembali digulirkan tersebut, PSS juga menanti panduan dari PSSI terkait mekanisme kompetisi di masa pandemi saat ini.

Terutama bagaimana protokol kesehatan yang harus dijalankan oleh klub.

Winger PSS Sleman Kini Merambah Bisnis Clothing

"Saya kira soal protokol kesehatan ketika kompetisi dilanjutkan ini menjadi hal yang paling utama. Akan seperti apa nanti teknis di ruang ganti, rapid test untuk pemain seperti apa, lalu jika ada pemain yang reaktif bagaimana," kata Hempri.

Mengingat risiko besar yang ditimbulkan dengan menggelar aktivitas olahraga dengan melibatkan banyak orang seperti di sepak bola, Hempri meminta PSSI menyusun panduan protokol kesehatan tersebut dengan detail dan lengkap. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved