Breaking News:

Australia Tuduh China jadi Dalang Peretasan Website Lembaga Pemerintahan di Negaranya

Australia Tuduh China jadi Dalang Peretasan Website Lembaga Pemerintahan di Negaranya

ABC News/Matt Roberts
Situs web Parlemen dan partai-partai politik Australia telah menjadi sasaran serangan siber belakangan ini. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejumlah lembaga pemerintahan, rumah sakit hingga organisasi publik di Australia dalam beberapa bulan terakhir mendapatkan serangan siber secara terus menerus.

Hingga saat ini, siapa orang di balik serangan siber tersebut belum diketahui.

Namun para pejabat di Australia menyebut China sebagai dalang serangan siber yang selama ini mencoba untuk menganggu lembaga pemerintahan, rumah sakit hingga organisasi publik yang ada di negeri Kanguru tersebut.

Perdana Menteri Australia, Scott Morrison menyatakan lembaga-lembaga di Australia, baik pemerintah maupun swasta, saat ini menjadi sasaran serangan dari peretas "berbasis negara".

Meski PM Morrison menolak menyebutkan negara mana yang dimaksud, namun sumber ABC di kalangan pejabat yakin bahwa China berada di balik serangan jahat tersebut.

Serangan siber itu bukan baru terjadi, sebagaimana ditekankan PM Morrison melainkan berlangsung terus-menerus terhadap Australia.

Dia meminta lembaga-lembaga pemerintah swasta untuk meningkatkan pengamanan situs web mereka.

Saat ini diketahui adanya serangan terhadap departemen dan lembaga pemerintah negara bagian dan pemerintah kota, yang semuanya memiliki data ekonomi yang sensitif.

"Kegiatan ini menargetkan organisasi Australia di berbagai sektor, termasuk semua tingkat pemerintahan, industri, organisasi politik, pendidikan, kesehatan, penyedia layanan penting dan operator infrastruktur penting lainnya," ujar PM Morrison.

"Kami tahu pelakunya adalah aktor siber canggih yang berbasis negara, karena skala dan sifat penargetan dan tradecraft yang mereka gunakan," katanya.

Ilustrasi peretas menggunakan serangan DDoS.
Ilustrasi peretas menggunakan serangan DDoS. (www.csoonline.com)
Halaman
123
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved