Breaking News:

Wabah Virus Corona

Jangan Mengobrol di Transportasi Umum, Droplet Bisa Bertahan 15 Menit di Udara

Sebab transportasi umum yang notabene terdapat banyak orang bisa menjadi tempat penularan COVID-19.

Editor: Rina Eviana
TRIBUNJOGJA.COM / Sri Cahyani Putri Purwaningsih
Pandemi Covid-19 menjadikan penumpang yang menggunakan moda transportasi kereta api mengalami penurunan secara signifikan. Tidak hanya pada penumpang KA Jarah Jauh namun juga pada KA Prameks. 

TRIBUNJOGJA.COM-Tempat layanan publik dan keramaian sangat rentan akan penularan Virus Corona. Termasuk satu di antaranya adalah transportasi publik.

Menggunakan transportasi publik memang berisiko saat dilakukan di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini.

Sebab transportasi umum yang notabene terdapat banyak orang bisa menjadi tempat Penularan virus corona.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan masyarakat yang menggunakan transportasi umum di tengah pandemi Virus Corona?

Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter.
Warga duduk dengan menerapkan social distancing atau saling menjaga jarak guna mencegah penyebaran virus corona di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2020). PT MRT Jakarta (Perseroda) mengimbau para penumpang untuk menjaga jarak aman dengan penumpang lainnya, minimal dalam radius satu meter. ((KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG))

Dokter spesialis penyakit dalam dari Junior Doctor Network, Edward Faisal mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak mengobrol saat berada di transportasi umum.

Hal ini penting untuk mencegah risiko tertular Covid-19 saat berada di dalam busway, KRL, MRT maupun sarana transportasi lain.

"Penelitian dari CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat, menyebut jika saat orang melakukan kegiatan mengobrol ada droplet-droplet kecil yang keluar," ujar Edward dalam talkshow daring yang digelar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (17/6/2020).

"Droplet-droplet kecil ini bisa bertahan selama 15 menit di udara sebelum akhirnya jatuh," kata dia. 

Penjelasan Psikolog Soal Kenapa Ada Orang Tak Percaya Virus Corona Benar-benar Ada

Dalam konteks transportasi umum yang memiliki banyak penumpang, masyarakat tidak tahu mana individu yang merupakan orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 dan orang yang betul-betul sehat.

Oleh karena itu, kata Edward, tidak berbicara merupakan langkah terbaik untuk mencegah potensi penularan.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)
Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved