Breaking News:

Yogyakarta

Mengintip Akulturasi Budaya Eropa dan Jawa Lewat Mozaik di Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel

Berkunjung ke Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel ibarat masuk ke dua dimensi berbeda dari fase perjalanan bangsa Indonesia.

TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Penampakan mozaik yang khas di Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel, Minggu (14/6/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berkunjung ke Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel ibarat masuk ke dua dimensi berbeda dari fase perjalanan bangsa Indonesia.

Ketika masuk ke lobi hotel, pengunjung akan dimanjakan satu karya Relief dan juga Mozaik hasil karya seniman Yogyakarta.

Gaya arsitektur yang dipenuhi pilar-pilar besar, serta teralis pada masing-masing jendela dapat dijumpai ketika memasuki area hotel.

Unsur-unsur ini menunjukkan jika model arsitektur yang terlihat saat ini masih bernuansa tahun 1964, dimana arsitek pada masa itu lebih mengedepankan bangunan secara fungsional dan monumental.

Satu di antaranya relief yang diberi judul "Untung Rugi di Lereng Merapi", namun sayangnya belum ada yang menjelaskan makna dari penjudulan relief tersebut.

Menilik Kemegahan Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel dari Sisi Sejarah

Apakah lantaran karena bangunan Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel ini dibangun atas dana ganti rugi perang antara Jepang dengan Indonesia, atau ada sebab lain.

Namun, secara garis besar memang pesan yang ingin disampaikan oleh seniman bernama Harijadi Sumadidjaja ini berkisah tentang kondisi kehidupan di lereng merapi pada masa kolonial.

Sejalan dengan karya relief dari batu trembesit, fakta monumental lain juga tersaji melalui mozaik yang terbuat dari pecahan keramik.

Keramik-keramik itu ditempel seperti puzzle.

Halaman
1234
Penulis: Miftahul Huda
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved