Breaking News:

PPDB bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Calon peserta didik yang akan mendaftar harus melalui tahapan – tahapan, mulai pendaftaran, assesment, observasi dan penempatan kelas.

istimewa
Sri Andarini Eka Prapti, M.Pd dari SLB A Yaketunis 

TRIBUNJOGJA.COM - Penerimaan peserta didik baru merupakan kegiatan penerimaan calon peserta didik yang memenuhi syarat untuk memperoleh pendidikan pada satuan pendidikan.

Sesuai Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta No. 30 Tahun 2020 mengamanatkan bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus harus dilaksanakan secara obyektif, transparan, akuntabel, tidak diskriminatif, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Anak berkebutuhan khusus merupakan anak istimewa yang berbeda dengan anak pada umumnya, mereka mempunyai hambatan dan mempunyai tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental dan sosial.

Mereka memerlukan pendidikan khusus.

Jenjang  pendidikan khusus di  lembaga pendidikan Sekolah Luar Biasa, memberikan  pelayanan kepada anak berkebutuhan khusus baik tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, autisme, dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya.

Hal  tersebut disebabkan masing – masing individu mempunyai kekhususan dan kemampuan yang berbeda – beda, mereka mempunyai kekurangan dan kelebihan yang satu dengan lainnya berbeda pula, sebagai peserta didik baru mereka tidak harus berada di jenjang SDLB Kelas I atau SMPLB Kelas I misalnya, tetapi untuk penempatan kelasnya berdasarkan kemampuan mereka melalui hasil assesment.

Maka calon peserta didik yang akan mendaftarkan di sekolah tersebut harus melalui tahapan – tahapan yang harus dilaluinya, dari mulai pendaftaran, assesment, observasi dan penempatan kelas.

Di tengah masa pandemi Covid – 19 ini , pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru  berbeda dari tahun kemarin.

Pada  saat ini penerimaan peserta didik  harus memenuhi protokol kesehatan pencegahan penanggulangan Covid – 19, diantaranya adalah  melalui sarana on line, apabila orang tua belum familiar terhadap IT maka orangtua bisa langsung datang ke sekolah untuk mendaftarkan putra putrinya sesuai protokol covid-19 diantaranya dengan mengurangi kontak langsung dengan menjaga jarak, diperlukan alat pelindung  diri yang memadai (masker, cuci tangan dengan sabun, jarak tempat duduk 1-2 m), untuk mengetahui keadaan fisik calon peserta didik dapat melalui foto atau video yang dikirim orangtua siswa.

Berdasar Keputusan Kepala Dinas Pendidkan Pemuda , dan Olahraga Daerah  Istimewa Yogyakarta No: 3194/ KEPKA/ 2020 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Pendidikan Menengah  dan Pendidikan Khusus di sekolah tahun pelajaran 2020/ 2021 maka SLB A Yaketunis selaku lembaga pendidikan yang menerima anak berkebutuhan khusus tunanetra menerima peserta didik mulai jenjang TKLB, SDLB, SMPLB, serta SMALB, dengan fasilitas sarana prasana yang mendukung pembelajaran dan pengembangan bakat peserta didik sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan yang dimilikinya.

Fasilitas yang telah tersedia di lembaga tersebut berupa gedung dan lingkungan sekolah  yang representatif sesuai dengan kebutuhan peserta didik tunanetra, kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan bakat dan minat peserta didik (music/ band, qiroah/ dakwah, literasi bercerita dan puisi, olahraga (goalball, tenis meja, catur), Pramuka.

Program Kekhususan (Orientasi Mobilitas Sosial Komunikasi, Baca Tulis Braille, ADL). Program Ketrampilan yang ada adalah massage, tata boga, membuat telur asin, prakarya (sapu, kesed, kemoceng), merangkai manik – manik (gelang, kalung, bros, gantungan kunci).

Pelaksanaan  Penerimaan Peserta Didik Baru di SLB A Yaketunis untuk lengkapnya dapat diakses melalui situs sekolah, di www.slbayaketunis.com. (TRIBUNJOGJA.COM)

*) Oleh: Sri Andarini Eka Prapti, M.Pd dari SLB A Yaketunis

Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved