Breaking News:

Yogyakarta

WMP Yogyakarta Hentikan Rekrutmen Pasien

Peneliti WMP Yogyakarta dr. Riris Andono Ahmad, menyatakan penghentian rekrutmen pasien ini karena jumlah partisipan yang diperlukan dalam penelitian

Penulis: Santo Ari | Editor: Ari Nugroho
facebook
Dr Riris Andono Ahmad MPH PhD 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta menghentikan proses rekrutmen pasien sejak tanggal 18 Maret 2020.

Adapun WMP Yogyakarta mulai meletakkan telur nyamuk ber-Wolbachia sejak Maret 2017 selama kurun 6-8 bulan.

Kemudian proses rekrutmen pasien dilakukan sejak bulan November 2017.

WMP Yogyakarta menempatkan perawat penelitinya di 18 Puskesmas di Kota Yogyakarta dan Puskesmas Sewon 2, Bantul.

Peneliti WMP Yogyakarta dr. Riris Andono Ahmad, menyatakan penghentian rekrutmen pasien ini karena jumlah partisipan yang diperlukan dalam penelitian ini telah memadai untuk keperluan analisis.

"Disamping itu pandemi COVID-19 mempengaruhi proses rekrutmen pasien. Dan Keputusan penghentian rekrutmen pasien ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari Trial Steering Committee studi AWED (Aplikasi Wolbachia untuk Eliminasi Dengue),” papar dokter yang biasa disapa Donnie ini, Kamis (11/6/2020).

Tekan Angka DBD, WMP Dorong Masyarakat Lakukan 3M Plus

Hingga rekrutmen dihentikan, tercatat sebanyak 8.173 partisipan telah terlibat di dalam studi ini, dengan 396 pasien terkonfirmasi sebagai kasus Dengue.

Dalam kesempatan itu, Donnie juga mengapresiasi peran dan dukungan pemerintah serta masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan studi AWED.

Ia berharap nyamuk ber-Wolbachia memberi dampak positif terhadap penurunan kasus DBD di Kota Yogyakarta.

Adapun selama ini WMP Yogyakarta melakukan analisis dampak intervensi Aedes aegypti ber-Wolbachia terhadap angka kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Yogyakarta.

Hasil penelitian AWED yang diharapkan dapat kami sampaikan pada akhir tahun ini akan melengkapi bukti efektivitas teknologi Wolbachia yang telah dihasilkan dari penelitian quasi eksperimen sebelumnya.

Masyarakat Harus Tetap Waspada terhadap Virus Dengue Penyebab DBD

Apabila penelitian AWED menunjukkan hasil yang positif, WMP Yogyakarta akan melakukan advokasi teknologi Wolbachia sebagai strategi pelengkap program pengendalian demam berdarah di Indonesia.

"Harapannya, Wolbachia akan meningkatkan efektivitas strategi yang sudah berjalan seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M plus (menutup, menguras, mengubur, dan ikanisasi) dalam pengendalian dengue di Indonesia," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved