Breaking News:

Buah Bibir

BUAH BIBIR : Eka Ernawati Bercita-cita sebagai Guru Sejak Kecil

Sebagai seorang guru, Erna harus pintar dalam menerapkan strategi pembelajaran agar murid tetap bisa belajar walaupun di rumah saja.

istimewa
Eka Ernawati 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjadi seorang guru merupakan cita-cita yang dimiliki oleh Eka Ernawati sejak kecil.

Erna begitu sapaan akrabnya merupakan guru honorer di SD N Timbulharjo sejak 2017 lalu.

Sebelumnya, ia merupakan alumni mahasiswi jurusan PGSD di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

BUAH BIBIR : Pravistiarani Adia Winayangsari Termotivasi Kenalkan Bahasa Indonesia ke Penutur Asing

"Awalnya sejak kecil memang sudah bercita-cita menjadi guru. Terus semenjak SMP saya mengidolakan seorang guru geografi yang memiliki kharisma di mata murid-muridnya. Dari situ saya semakin mantap untuk menjadi seorang guru. Walaupun sekarang saya sudah menjadi seorang guru dan beliau sekarang sudah menjadi kepala sekolah, namun sosok beliau tidak bisa saya gantikan karena setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda," ucap perempuan kelahiran 27 Mei 1996 ini.

Sebagai guru honorer yang mengampu kelas 3 SD tentunya berbagai kesulitan didapatkan oleh Erna.

"Karena kelas 3 SD itu kan masa peralihan ya mau ke kelas 4 kebanyakan mereka itu bandel-bandel. Namun demikian sebagai seorang guru harus dapat melihat karakter masing-masing anak. Jika anak tersebut melakukan kesalahan pertamanya dinasehati terlebih dahulu. Kedua saya beri hukuman ringan namun tetap edukatif misalnya mengerjakan tugas. Terakhir baru saya panggil orang tuanya ke sekolah jika anak tersebut benar-benar tidak bisa dikasih tahu," tutur Erna.

Semenjak pemerintah menerapkan sistem pembelajaran di rumah, sebagai seorang guru, Erna harus pintar dalam menerapkan strategi pembelajaran agar murid tetap bisa belajar walaupun di rumah saja.

Pasien Anak 13 Tahun Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

"Karena yang saya ampu masih kelas 3 SD, biasanya saya memberikan tugas ke siswa melalui grup WA wali murid. Soalnya kalau menerapkan pembelajaran secara online seperti via Zoom maupun aplikasi lain banyak dari mereka yang tidak memiliki akses yang mendukung. Kebanyakan dari mereka dari keluarga menengah ke bawah ditambah beberapa orangtua yang masih gaptek terhadap teknologi," terangnya.

Ia menambahkan, selain memberikan tugas, ia juga memberikan inovasi pembelajaran kepada siswanya agar tidak jenuh jika harus belajar di rumah selama pandemi Covid-19.

Diantaranya dengan memberikan tugas berupa video ataupun foto yang menggambarkan kegiatan di rumah saat membantu orang tua serta membuat tugas kerajinan dari barang bekas selain tugas menggambar yang berkaitan dengan Covid-19 ini. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved