Breaking News:

Pendidikan

Mundur dari Sekolah, 9 Pelajar SMP di Gunungkidul Tak Lulus

Ada 9 pelajar yang dinyatakan tidak lulus dari total sekitar 7.485 pelajar di Kabupaten Gunungkidul.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pengumuman kelulusan pelajar jenjang SMP di Gunungkidul resmi disampaikan pada Jumat (05/06/2020) ini.

Pengumuman disampaikan secara serentak secara online pada masing-masing pelajar.

Meskipun demikian, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rasyid menyebut ada sejumlah pelajar yang dinyatakan tidak lulus.

Terapkan Konsep Bermain di Rumah, PAUD di Gunungkidul Maksimalkan Peran Orang Tua

"Berdasarkan laporan yang diterima, ada 9 pelajar yang dinyatakan tidak lulus dari total sekitar 7.485 pelajar," ungkap Bahron dihubungi pada siang ini.

Menurut laporan tersebut, 9 pelajar ini dinyatakan tidak lulus lantaran mengundurkan diri dari sekolah.

Mereka bahkan disebut sudah sering tidak masuk selama berbulan-bulan.

Bahron mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran dan mencari tahu penyebab mengapa 9 pelajar tersebut tidak melanjutkan sekolahnya.

Pendekatan pun akan dilakukan terhadap orang tua masing-masing pelajar.

"Akan diupayakan agar mereka bisa kembali ke sekolah dan menyelesaikan proses pendidikannya," kata Bahron.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 5 Juni 2020, Seorang Ibu yang Baru Melahirkan Dinyatakan Positif

Tahun ini, indikator kelulusan pelajar tingkat SMP digantikan dengan akumulasi nilai rata-rata rapor selama 5 semester dan tugas-tugas.

Kebijakan ini diambil mengingat Ujian Nasional ditiadakan akibat pandemi COVID-19.

Kabid SMP Disdikpora Gunungkidul Kisworo mengungkapkan 9 pelajar ini diketahui berasal dari Kecamatan Tepus, Patuk, Playen, dan Gedangsari. 

Senada dengan Bahron, Kisworo mengatakan akan berkoordinasi dengan sekolah asal masing-masing pelajar agar mereka merampungkan pendidikannya.

"Mereka bisa mengikuti jenjang pendidikan non formal seperti kejar Paket B, yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Disdikpora," jelas Kisworo melalui pesan singkat. (TRIBUNJOGJA.COM)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved