Jejak Kelompok Garis Keras Ekstremis Sipil Boogaloo di Tengah Demo Ricuh di AS

Stasiun televisi CNN, Kamis (4/6/2020) menurunkan laporan panjang, kehadiran sebuah kelompok garis keras Boogaloo

Apu GOMES / AFP
Seorang pria yang mengenakan topeng gas berdiri di depan garis Polisi di Downtown Long Beach pada 31 Mei 2020 dalam sebuah protes menentang kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata yang meninggal ketika ditangkap dan dijepit ke tanah dengan lutut. seorang perwira polisi Minneapolis. Protes melanda Amerika Serikat atas kematian George Floyd bergema di sisi lain dunia Senin ketika ribuan berbaris solidaritas di jalan-jalan Selandia Baru. 

TRIBUNJOGJA.COM, MINNEAPOLIS – Stasiun televisi CNN, Kamis (4/6/2020) menurunkan laporan panjang, kehadiran sebuah kelompok garis keras, ekstremis yang datang ke kota Minneapolis di Minnesota.

Mereka muncul tak bertangan kosong.

Senapan serbu nempel di tubuh mereka.

Hubungan Trump dan Eropa Kini Ada di Titik Terendah Sepanjang Sejarah

Subjek laporan dimulai dari sosok Benjamin Ryan Teeter, pria berusia sangat muda.

Umurnya baru 23 tahun.

ilustrasi
ilustrasi (click2houston.com)

Ia tinggal di Hampstead, North Carolina.

Ketika pecah protes dan kerusuhan di Minneapolis, Teeter menerima pesan online.

Pesan dikirimkan anggota gerakan Boogaloo.

Mengenal Antifa, Kelompok yang Dituding Donald Trump Sebagai Biang Rusuh di AS

"Siaga!" tulis aktivis Boogaloo yang mengaku baru saja terlibat bentrokan dengan polisi Minneapolis.

Kekerasan pecah menyusul demo damai solidaritas meninggalnya George Floyd.

Halaman
1234
Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved