Breaking News:

Wabah Virus Corona

Kronologi Suami di Makassar Protes dan Akan Pindahkan Makam Istrinya dari Pemakaman Khusus COVID-19

Suami tak terima jenasah istrinya akan dimakamkan di pemakaman khusus COVID-19. Istrinya meninggal dalam status PDP meski juga terkena stroke

Editor: Yoseph Hary W
Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi makam 

Kurang lebih sembilan jam dirawat, Nurhayani akhirnya meninggal.

"Jam 3 sore kena (penyakit), kurang 5 menit jam 12 malam meninggal dan divonis PDP," papar dia, Selasa (2/6/2020).

Cium sepatu hingga tidur di bawah mobil jenazah

Lantaran berstatus PDP, pihak rumah sakit dan gugus tugas akan memakamkan istrinya di pemakaman Macanda, Gowa.

Pemakaman tersebut khusus diperuntukkan bagi pasien COVID-19.

Ryadi yang tak setuju, memohon dengan mencium sepatu tim gugus hingga tidur di bawah mobil jenazah.

Anaknya pun sempat menaiki mobil ambulans yang membawa jasad sang ibu sebagai bentuk protes.

Namun aksinya tak dihiraukan. Nurhayani tetap dimakamkan di Macanda.

Menggugat

Ryadi memutuskan menggugat tim gugus tugas dan rumah sakit.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved