Breaking News:

Wabah Virus Corona

Kronologi Suami di Makassar Protes dan Akan Pindahkan Makam Istrinya dari Pemakaman Khusus COVID-19

Suami tak terima jenasah istrinya akan dimakamkan di pemakaman khusus COVID-19. Istrinya meninggal dalam status PDP meski juga terkena stroke

Editor: Yoseph Hary W
Shutterstock via kompas.com
Ilustrasi makam 

TRIBUNJOGJA.COM, MAKASSAR - Seorang suami dari istri yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Makassar akan menggugat tim gugus tugas. 

Pasalnya, almarhum istrinya yang baru saja meninggal dengan status PDP akan dimakamkan di pemakaman khusus COVID-19. 

Berikut kronologi dan penjelasan dari tim gugus tugas merespons reaksi seorang suami di Makassar tersebut.

Salah satu anak dari pasien PDP Covid-19 di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar saat menghalangi mobil petugas yang membawa ibunya di pemakaman khusus Covid-19, Senin (15/5/2020) lalu.
Salah satu anak dari pasien PDP Covid-19 di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar saat menghalangi mobil petugas yang membawa ibunya di pemakaman khusus Covid-19, Senin (15/5/2020) lalu. (KOMPAS.COM/HIMAWAN)

Seorang pasien di Makassar bernama Nurhayani meninggal dunia dan ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP), dikutip Tribun Jogja dari kompas.com.

Padahal, keluarga yakin Nurhayani tak terinfeksi COVID-19.

Terlanjur dimakamkan di makam khusus pasien COVID-19, rupanya hasil tes swab Nurhayani negatif Virus Corona.

Suami Nurhayani, Andi Baso Ryadi Mappasule pun akan menggugat tim gugus tugas.

Sang suami, Ryadi menuturkan, keluarga menyayangkan pihak rumah sakit yang menyematkan status PDP pada istrinya.

Sebab ia meyakini istrinya meninggal lantaran stroke, bukan karena Virus Corona.

"Istri saya tidak memiliki riwayat penyakit, tiba-tiba kena stroke. Lama penanganannya sampai pecah pembuluh darah dan dia mengeluh sakit kepala terus," tutur Ryadi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved