Berniat Kerahkan Militer untuk Redam Protes, Trump Dinilai Menyalahgunakan Kekuasaan

Protes terkait kematian George Floyd semakin membesar. Dari 50 states di Amerika Serikat, kini beberapa negara di Eropa ikut berunjuk rasa Black Lives

BRENDAN SMIALOWSKI / AFP
Presiden AS Donald Trump berjalan kembali ke Gedung Putih dikawal oleh Secret Service setelah muncul di luar gereja Episkopal St John di seberang Lafayette Park di Washington, DC pada 1 Juni 2020. 

TRIBUNJOGJA.COM, WASHINGTON - Protes terkait kematian George Floyd semakin membesar. Dari 50 states di Amerika Serikat, kini beberapa negara di Eropa ikut berunjuk rasa Black Lives Matter (BLM).

Presiden Donald Trump pun berniat untuk mengerahkan militer guna menstabilkan keamanan dalam negeri. Namun, rencana itu dinilai menyalahgunakan kekuasaan.

Mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, James Mattis mengecam Presiden Donald Trump, menuduhnya telah memicu perpecahan dan menyalahgunakan wewenang.

Demonstran berbaris di I-94 saat membantah dalam protes melawan kebrutalan polisi dan kematian George Floyd pada 31 Mei 2020 di St. Paul, Minnesota. Protes terus diadakan di kota-kota di seluruh negeri atas kematian Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal saat dalam tahanan polisi di Minneapolis pada 25 Mei.
Demonstran berbaris di I-94 saat membantah dalam protes melawan kebrutalan polisi dan kematian George Floyd pada 31 Mei 2020 di St. Paul, Minnesota. Protes terus diadakan di kota-kota di seluruh negeri atas kematian Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal saat dalam tahanan polisi di Minneapolis pada 25 Mei. (SCOTT OLSON / GETTY IMAGES VIA AFP)

Dalam komentar publik, Mattis mengatakan presiden telah berusaha untuk memecah-belah rakyat Amerika dan telah gagal memberikan kepemimpinan yang matang.

Dia mengatakan dia marah dan terkejut oleh penanganan Trump terhadap protes baru-baru ini.

Diketahui, Mattis mengundurkan diri pada tahun 2018 setelah presiden memutuskan untuk menarik pasukan AS dari Suriah.

Dia tetap diam sebagian besar sejak itu.

"Donald Trump adalah presiden pertama dalam hidup saya yang tidak mencoba untuk menyatukan orang-orang Amerika - bahkan tidak berpura-pura mencoba," tulis Mattis di The Atlantic.

"Sebaliknya, dia mencoba memecah kita,” paparnya.

Kabar Terbaru dari AS, Apa Kata Menteri Pertahanan Amerika Soal Pengerahan Militer

Kasus kematian George Floyd
Kasus kematian George Floyd (kolase foto instagram)

"Kami menyaksikan konsekuensi dari tiga tahun atas upaya yang disengaja ini. Kami menyaksikan konsekuensi dari tiga tahun tanpa kepemimpinan yang matang,” terangnya.

Halaman
123
Penulis: Bunga Kartikasari
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved