Breaking News:

Pembelajaran Fungsional bagi Anak MDVI di SLB A Yaketunis

MDVI merupakan anak yang mengalami hambatan penglihatan disertai satu bahkan dua hambatan lain sehingga mereka membutuhkan layanan khusus.

istimewa
Sri Wahyuni Endaryati S.Pd selaku Guru SLB A Yaketunis 

TRIBUNJOGJA.COM - Multiple Disabilities Visual Impairment (MDVI) merupakan anak dengan hambatan penglihatan disertai dengan hambatan lainnya seperti hambatan pendengaran, intelektual, fisik, emosi dan social, serta autism.

Sunanto (2010:166) menyatakan bahwa anak MDVI merupakan anak  yang mengalami hambatan penglihatan disertai satu bahkan dua hambatan lain sehingga mereka membutuhkan layanan khusus yang dapat mengatasi permasalahan tersebut secara menyeluruh.

Anak MDVI yang masuk golongan tidak mampu secara akademik diberikan layanan pendidikan berupa pembelajaran fungsional untuk menunjang kehidupannya.

Pembelajaran fungsional di SLB A Yaketunis, dilaksanakan karena melihat kondisi anak sangat membutuhkan materi pembelajaran yang menekankan pada segi kemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari sesuai tingkat perkembangan anak.

Hal tersebut dilaksanakan setelah guru mengadakan assesmen terlebih dahulu terhadap anak dengan menggunakan kurikulum berbasis fungsional.

Etikasari (2018: 964) menyatakan bahwa Kurikulum fungsional sangat berguna bagi anak karena berbasis pengalaman serta keterampilan hidup yang berhubungan langsung dengan kebutuhan hidup yang berguna bagi kemandiriannya kelak.

Ketika seorang guru akan melaksanakan pembelajaran bersama anak MDVI/DB, yang dibutuhkan adalah Keyakinan, keyakinan bahwa semua anak dapat belajar dan  melakukan komunikasi denga cara masing-masing, sehingga guru dan orang tua harus selalu berkomunikasi dan bersinergi, agar pembelajaran fungsional bagi anak MDVI dapat berhasil.

Orangtua dan pengasuh merupakan orang-orang terpenting dalam kehidupan anak.

Keluarga merupakan pusat utama bagi anak. 

Orangtua memiliki tanggung jawab utama dan seumur hidup bagi anak, orang yang paling mengetahui tentang anak-anak mereka dan sebagai pejuang seumur hidup bagi anaknya, serta penentu keputusan utama karena sebagian besar pembelajaran terjadi di lingkungan rumah.

Halaman
12
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved