Breaking News:

Yogyakarta

Lanud Adisutjipto Menambah Koleksi Pesawat yang Dimonumenkan

T-34 Charlie adalah satu di antara pesawat bersejarah yang pernah digunakan TNI AU untuk kegiatan operasi pendidikan Sekbang TNI di Lanud Adisucipto.

istimewa
Kondisi Pesawat T-34 Charlie di halaman Monumen Bakti Prajurit 

TRIBUNJOGJA.COM - Pesawat T-34 Charlie saat ini sudah menjadi bagian dari monumen pesawat yang ada di halaman Monumen Bakti Prajurit melengkapi beberapa pesawat lainnya.  

Atas prakarsa Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir Bob Henry Panggabean, pesawat tersebut diabadikan di monumen bakti prajurit dan pada Jumat kemarin telah dilengkapi dengan persenjataan untuk melengkapi sejarahnya.

"Pesawat tersebut pernah digunakan sebagai pesawat latih untuk rocketing dan bombing," jelasnya Selasa (2/6/2020).

Jejak Bersejarah T-34 Charlie, Pesawat Latih Pencetak Penerbang Handal TNI AU

Dijelaskannya, T-34 Charlie adalah satu di antara pesawat bersejarah yang pernah digunakan TNI AU untuk kegiatan operasi pendidikan Sekolah Terbang (Sekbang) TNI di Lanud Adisucipto selama 30 tahun.

Pesawat ini telah resmi berhenti beroperasi pada tanggal 3 April 2018.

Selama ini pesawat ini berada di jajaran Skadik 102 Lanud Adisutjipto sebagai pesawat latih lanjut siswa Sekolah Penerbang.

Adapun persenjataan pesawat T34 Charlie terdiri dari LAU 68/B Rocket Launcher FFAR 2,75” dan LSBC Bomb Rack untuk bom latih.

BREAKING NEWS : Update Covid-19 DIY 2 Juni 2020, Pemda DIY Kembali Umumkan 0 Kasus Baru

Kemudian Bom Latih BDU 33 berjumlah 8 buah dan rocket FFAR 2,75 berjumlah 14 buah.

Danlanud Adisutjipto menyampaikan Pesawat latih T34 Charlie telah digunakan mulai tahun 1979, dan memiliki nilai historis yang tinggi dalam mendidik dan menghasilkan ratusan pilot militer di Indonesia.

"Pesawat T-34 Charlie ini memiliki makna ketangguhan dan kekuatan dirgantara. Sudah selayaknya kita menghargai jasa-jasanya saat digunakan untuk berlatih selama ini, dan diabadikan di halaman monumen bakti prajurit agar setiap prajurit dan generasi muda lainnya bisa mengetahui sejarah tersebut",  jelasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved