Apakah Kerusuhan AS Menguntungkan China? Begini Analisa Jurnalis Senior

Jurnalis senior CNN, James Griffith memotret fakta-fakta kejadian, isu politik di AS, China, dan Hongkong.

Instagram @rainsfordthegreat
Rainey A Backues saat hendak memecahkan kaca sebuah bangunan, ketika ikut demonstrasi kematian George Floyd yang berlangsung ricuh di Philadelphia, Amerika Serikat, Senin (1/6/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, ATLANTA – Jurnalis senior CNN, James Griffith memotret fakta-fakta kejadian, isu politik di AS, China, dan Hongkong.

Ia menyimpulkan dalam artikelnya di laman CNN, Selasa (2/6/2020), China “keberkahan” saat ini memenangkan narasi propaganda atas AS.

Griffith memulai tulisannya dengan narasi Beijing, tentang apa yang terjadi pada aksi massa Hongkong. Berikut analisa panjang yang ditulis James Griffith;

Para pengunjuk rasa mengamuk. Warga yang tidak bersalah dikepung. Aktor luar terlibat dalam aksi teroris. Polisi berjuang untuk mempertahankan kontrol dan sangat membutuhkan bala bantuan.

Pentagon Tak Nyaman Presiden Trump Ingin Kerahkan Militer Tangani Aksi Protes

Begitulah cara media pemerintah China menggambarkan protes anti-pemerintah di Hong Kong tahun lalu.

Mereka menepis seruan demokratisasi (di Hongkong) dan desakan investigasi terhadap kebrutalan polisi dengan berfokus pada tindakan kekerasan individu dan kerusakan harta benda.

Beijing kemudian menyiapkan RUU Keamanan nasional baru, dan telah disahkan pekan lalu oleh parlemen China.

Rusia Anggap AS Kini Kehilangan Hak Moral Menyoal Pelanggaran HAM di Negara Lain

Washington secara keras mengkritik RUU itu, mengancam melepaskan status perdagangan khusus Hong Kong dengan AS, dan mengancam sanksi untuk para pejabat China terkait UU keamanan baru itu.

Sepanjang protes di Hong Kong tahun lalu, AS konsisten dalam dukungannya terhadap hak rakyat untuk turun ke jalan.

Kini, menurut James Griffith, AS menghadapi aksi protes dan kerusuhan yang meluas, serta kemarahan publik menyusul kematian George Floyd.

Halaman
1234
Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved