Derek Chauvin Polisi yang Menindih Leher George Floyd Digugat Cerai Istrinya

Istri Derek Chauvin, polisi Minneapolis yang menindih leher George Floyd hingga tewas, dilaporkan mengajukan permintaan cerai

Editor: Iwan Al Khasni
DAVID HIMBERT/HANS LUCAS via REUTERS via kompas.com
Tangkapan layar yang menampilkan wajah Derek Chauvin saat menginjak leher George Floyd dengan lututnya, pada Rabu (27/5/2020) di Minneapolis, Amerika Serikat. Chauvin dikenal sebagai polisi bermasalah, yang sudah 10 kali menjadi subyek pengaduan. 

Tribunjogja.com AMERIKA - Istri Derek Chauvin, polisi Minneapolis yang menindih leher George Floyd hingga tewas, dilaporkan mengajukan permintaan cerai.

Melansir Kompas.com, menurut pengacaranya, Kellie Chauvin begitu hancur mendengar kematian Floyd, yang memunculkan gelombang protes besar di seluruh AS.

Dalam keterangan tertulis Kantor Firma Hukum Sekula PLLC, Kellie secara resmi mengajukan cerai kepada sang suami, Derek Chauvin.

"Kellie Chauvin sangat sedih dengan kematian Floyd, serta menyampaikan dukacita kepada keluarga dan mereka yang berkabung karena tragedi ini," ulas kantor hukum Sekula.

Dilansir CBS News, Sabtu (30/5/2020), Kellie diketahui tidak mempunyai anak dari pernikahannya dengan polisi berusia 44 tahun itu.

"Dia meminta agar privasi anak, orangtua, dan keluarga besarnya dihormati, dan mereka tidak diganggu selama kondisi sulit ini," lanjut Sekula.

Chauvin langsung dipecat dari jabatannya setelah George Floyd, seorang pria kulit hitam tak bersenjata, tewas pada Senin (25/5/2020).

Pada Jumat (29/5/2020), dia ditangkap dan kemudian dijerat dengan tuduhan melakukan pembunuhan tingkat tiga dan tingkat dua.

Dalam laporan yang diisi Jumat, jaksa penuntut menulis, Chauvin menggunakan lututnya untuk menekan leher Floyd selama 8 menit 46 detik.

Sekitar dua menit dan 53 detik kemudian, Floyd dinyatakan "tidak responsif" sehingga harus mendapat perawatan sebelum dinyatakan tewas.

Aksi protes dan kekerasan meletus di New York, Minggu (31/5/2020) malam waktu setempat, atau Senin (1/6/2020) pagi ini WIB.

Sebuah mobil terbakar di pusat kota, dan para pengunjuk rasa berhamburan menyelamatkan diri saat kobaran api membesar.

Polisi dan petugas kebakaran Kota New York segera berdatangan, berusaha memadamkan api di tengah kerumunan massa yang mengabadikan momen ini.

Kabar lain, polisi menangkap Chiara de Blasio, putri Wali Kota New York City Bill de Blasio, di antara kerumunan massa Sabtu malam.

Dia ditangkap di dekat Greenwich Village karena dianggap berkumpul secara tidak sah, tapi kemudian dibebaskan.

Demikian perkembangan terkini dari AS, di rangkaian aksi unjukrasa dan kerusuhan yang sudah memasuki hari ke-6.

Protes dan kekerasan dipicu tewasnya George Floyd, warga Afro Amerika saat ditangkap oleh polisi Minneapolis, Minnesota.

Perkembangan lain, polisi Minneapolis menahan sopir truk tangki raksasa yang masuk ke jalan raya 35W, nyaris menghantam kerumunan pengunjukrasa, Minggu sore waktu setempat

Sementara di CNN, keluarga almarhum George Floyd untuk pertama kalinya berbicara di televise dengan Departemen Kepolisian Minneapolis.

Philonise Floyd, kakak Floyd mengajukan pertanyaan ke Kepala Polisi Minneapolis, Medaria Arradondo.

"Aku ingin tahu apakah dia akan mendapatkan keadilan untuk saudaraku, dan menangkap semua petugas dan menghukum mereka?"

Arradondo mencoba menjawab pertanyaan itu dan berbicara langsung dengan Philonise Floyd Sunday pada acara CNN yang berjudul "I Can't Breathe: Black Men Living and Dying in America."

"Tuntutan dan keputusan-keputusan itu harus datang melalui kantor kejaksaan wilayah kami," kata Arradondo kepada Philonise Floyd.

Arradondo menambahkan, lembaganya sudah memecat empat polisi, menahan satu di antaranya dengan pertimbangan tindakannya bertentangan dengan kemanusiaan.

Di Kalifornia, penjarahan dan kerumunan massa terjadi di The Pike Outlets, Long Beach. Menurut Departemen Kepolisian Long Beach, beberapa toko dirusak.

"Orang-orang dapat menghadapi tuduhan penjarahan, pencurian, dan vandalisme untuk aktivitas ilegal ini," kata kepolisian Long Beach. "Kami akan menangkap dan menuntut secara hukum sepenuhnya."

Sementara Los Angeles County telah mengeluarkan instruksi-instruksi umum terkait jam malam, pembatasan ruang gerak di kota besar itu.

Petugas kepolisian Long Beach mengeluarkan perintah agar massa membubarkan diri ketika malam dating.

Di Atlanta, Georgia, kepolisian setempat memberhentikan dua anggotanya setelah dinilai menggunakan upaya berlebihan kepada warga, termasuk seorang perempuan.

Wali Kota Atlanta, Keisha Lance Bottoms, mengatakan dia merasa terganggu ketika dia melihat video rekaman aksi polisi terhadap dua mahasiswa muda di pusat kota.

Insiden itu terjadi pada Sabtu (30/5/2020). "Jelas ada penggunaan kekuatan yang berlebihan," kata Bottoms.

“Kami memahami petugas kami bekerja berjam-jam di bawah tekanan yang luar biasa. Tetapi kami juga memahami penggunaan kekuatan berlebihan tidak pernah dapat diterima,” tegasnya.

Di negara bagian Tenesse, Gubernur Bill Lee mengizinkan penerjunan pasukan Garda Nasional ke kota Murfreesboro, tempat protes masih berlangsung hingga Minggu malam waktu setempat.

"Protes di Murfreesboro bukan lagi demonstrasi damai tetapi telah meningkat menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan dan properti publik," kata Bill Lee lewat akun Twitternya.

"Saya mendukung Wali Kota McFarland menetapkan jam malam, dan memberi wewenang Patroli Jalan Raya Tennessee dan Garda Nasional memulihkan ketertiban demi keselamatan warga negara kita," lanjutnya.(Tribunjogja.com/CNN/Kompas.com/xna)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved