Rekaman Terakhir Harimau Tasmania Ditemukan, Simak Videonya

Ada kurang dari selusin film pendek lain, yang berdurasi lebih dari tiga menit, yang menampilkan harimau Tasmania sebelum punah.

Tayang:
Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
Courtesy: National Film and Sound Archive of Australia.
Harimau Tasmania. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Video terakhir berformat hitam-putih, yang merekam harimau Tasmania sebelum punah, akhirnya ditemukan.

Menurut laporan LiveScience, seperti dikutip Tribunjogja.com, Jumat (29/5/2020), harimau Tasmania punah pada 1936.

Video berdurasi 21 detik itu menunjukkan seekor harimau Tasmania (Thylacinus cynocephalus) berjalan mondar-mandir di sebuah kandang di Kebun Binatang Beaumaris di Tasmania.

Seorang narator berbicara tentang kelangkaan dan keanehan makhluk tersebut, terutama ekornya yang bergaris-garis dan tidak bersilangan.

"Meskipun, seperti setan, harimau Tasmania sangat langka. Mereka dipaksa keluar dari habitat asli oleh pawai peradaban," kata narator dalam video yang dibuat pada 1935.

Ada kurang dari selusin film pendek lain, yang berdurasi lebih dari tiga menit, yang menampilkan harimau Tasmania sebelum punah.

Namun, video terakhir yang ditemukan tersebut diambil di Kebun Binatang Beaumaris dan Kebun Binatang London.

Untuk kali pertama dalam 85 tahun, video lama yang baru ditemukan kemudian boleh dirilis ke publik.

Dalam video itu, penjaga kebun binatang Arthur Reid dan seorang rekan menggoyang-goyang kandang untuk membuat harimau Tasmania meraung.

Cameron Campbell, kurator situs Museum Harimau Tasmania, mengatakan bahwa video buatan 1933 dan yang baru saja ditemukan berhasil merekam harimau Tasmania bernama Benjamin.

Beberapa bulan setelah pembuatan video pada 1935, Benjamin meninggal dunia. Tepatnya pada 7 September 1936.

Dulu, harimau Tasmania banyak ditemukan di Tasmania, tetapi jumlahnya menurun drastis setelah orang Eropa menetap pada 1803.

Menurut sebuah studi yang ditayangkan di Journal of Animal Ecology, manusia bertanggung jawab atas kematian hewan bernama lain marsupial itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved