Breaking News:

Bantul

Cerita Mbah Muyek Terima Kartu Sembako, Tapi Sebulan Menunggu, Bantuan Belum Bisa Dicairkan

Perempuan 65 tahun itu menjadi salah satu warga yang terdampak pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19). Akan tetapi, sampai saat ini belum mendapa

TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Mbah Muyek Trisno Sunyoto, menunjukkan kartu sembako yang sampai saat ini belum bisa dicairkan 

Di Kabupaten Bantul, jumlah penerima manfaat ada 20.469 Keluarga.

Bantuan yang dicairkan dalam bentuk sembako itu disalurkan selama sembilan bulan. Dimulai dari April sampai Desember 2020.

Kartu sembako yang juga merupakan bagian Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) itu ada dua versi. Ada yang combo dan biasa.

Untuk yang combo adalah mereka yang merupakan penerima program keluarga harapan (PKH) sekaligus bisa mengakses bantuan pangan non tunai (BPNT).

Dewan Evaluasi Pelaksanaan Jadup APBD DIY Tahap 1, Minta Tahap 2 Diperbaiki

Mbah Muyek memegang kartu sembako yang versi biasa. Dia hanya bisa untuk menerima bantuan bahan pangan. Teknis penyaluran bantuan tersebut melalui Bank Negara Indonesia (BNI).

Masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan rekening yang setiap bulan didalamnya terdapat saldo senilai Rp 200.000. Saldo tersebut, melalui agen dicairkan dalam bentuk beras, telor, daging/ikan, tahu tempe hingga buah-buahan.

Dikonfirmasi, koordinator PKH Kabupaten Bantul, Rini Natalia menjelaskan, saat ini memang sedang ada permasalahan sistem di Bank. Dimana, kata dia, sistem yang ada di Bank tidak memungkinkan bagi pemilik rekening namanya terlalu panjang.

Dalam kasusnya Mbah Muyek, mengapa saldonya selalu tertera Rp 000200, kata dia, karena nama didalam rekening terlalu panjang yaitu Muyek Trisno Sunyoto Trisno Su.

Imbas dari nama yang terlalu panjang itu, menurut dia, ketika di-input akan menggeser nominal saldo dalam rekening.

"Sehingga angka yang seharusnya Rp 200.000 akan tergeser, dan hanya terbaca Rp.000200 perak," jelas dia. Itu terjadi karena space nominal uang sudah digeser di-space karakter nama penerima.

Penerapan New Normal di Kabupaten Magelang Sedang Dikaji

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved