Breaking News:

Buah Bibir

BUAH BIBIR : Siti Maesaroh Bersemangat Selesaikan S1 Psikologi Demi Siswa dan Buah Hati

Meski memiliki kesibukan utama sebagai seorang ibu dan menjadi pembimbing siswa di sekolah pramugari, Maya bertekad bisa segera lulus S1 Psikologi.

istimewa
Siti Maesaroh 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang ibu dua anak yang juga sedang membangun karir, mungkin jarang terpikirkan untuk menempuh pendidikan S1.

Namun, Siti Maesaroh ialah satu di antara wanita yang jarang ditemui.

Di usia yang dibilang tak lagi muda, yakni 33 tahun ia memulai memasuki dunia perkuliahan S1 dengan Jurusan Psikologi di Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Maya, sapaan akrab Siti Maesaroh, pertama kali melangkahkan kaki di jenjang S1 Psikologi pada 2019, saat kedua buah hatinya kelas 5 SD dan TK B.

BUAH BIBIR : Fanny Regiana Ramadhani Mantap Melanjutkan Studi ke Jenjang Magister

"Tujuh tahun yang lalu saya pernah berpikir untuk kuliah kembali, tetapi saat itu saya hamil anak kedua dan belum berani memutuskan untuk kuliah dengan Jurusan S1 Psikologi. Hingga suatu hari saya mendapatkan dorongan biologis dan psikis yang membuat saya memberanikan diri untuk berkuliah kembali," ujarnya.

Meski memiliki kesibukan utama sebagai seorang ibu dan menjadi pembimbing siswa di sekolah pramugari, Maya bertekad bisa segera lulus S1 Psikologi dan melanjutkan S2 Psikologi pula. 

Tujuannya  ingin bisa menjadi psikolog yang dapat membantu memberikan dorongan biologis dan psikis kepada peserta didiknya.

Menurut Maya, banyak siswa yang gagal menjadi pramugari karena kurangnya skill, dorongan biologis, dan psikis dari diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

BREAKING NEWS : Anggota Polisi Warga Bantul yang Terinfeksi COVID-19 Dinyatakan Sembuh

"Pramugari adalah profesi yang bersertifikasi dan sertifikasi tersebut diperoleh dari hasil tes seleksi dan ujian yang penuh dengan perjuangan, apabila siswa tidak siap mental dan kurang mendapatkan dorongan biologis dan psikis sangat sulit untuk bisa menjadi seorang pramugari," tutur wanita kelahiran Tulungagung, 13 Mei 1986 ini.

Sebagai manusia Maya pernah mengalami kepahitan hidup.

Namun, ia berpikir bahwa kebaikan selalu diturunkan oleh Allah SWT untuknya.

"Terkadang saya berpikir bahwa rencana Allah SWT sangat baik dan saya banyak dipertemukan dengan orang-orang yang baik hati," pungkas wanita yang tinggal di daerah Patangpuluhan, Wirobrajan, Kota Yogyakarta ini. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved