Breaking News:

Pemerintah Terapkan Aturan Ketat Protokol Kesehatan di Bandara bagi yang Ingin Masuk Indonesia

Protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19, untuk kepulangan WNl dan Kedatangan WNA dari luar negeri

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
bbc.com
ILUSTRASI - Para petugas memindahkan troli di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta (Reuters via bbc.com). PT Angkasa Pura II mengumumkan secara resmi bahwa jasa untuk tenaga angkut atau lebih dikenal dengan sebutan porter di Bandara Soekarno Hatta sejak Jumat (1/9/2017) digratiskan. Sejak Jumat, (1/9/2017) pula sebutan porter yang bertugas atau bekerja mengangkat barang-barang milik penumpang di bandara diubah namanya menjadi airport helper dan pengumpul troli. 

d. Melakukan karantina mandiri di rumah/tempat tinggal masing-masing selama 14 hari, menerapkan phyisical distancing, memakai masker dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

e. Klirens kesehatan diserahkan kepada pihak perwakilan negaranya untuk selanjutnya diteruskan kepada Dinas Kesehatan setempat agar dilakukan pemantauan selama masa karantina mandiri.

f. Untuk WNl, klirens kesehatan diserahkan kepada RT/RW setempat yang selanjutnya diteruskan kepada Puskesmas setempat agar dilakukan pemantauan selama masa karantina mandiri di rumah.

g. Untuk WNA, klirens kesehatan diserahkan kepada pihak perwakilan negaranya untuk selanjutnya diteruskan kepada dinas kesehatan kabupatenikota setempat agar dilakukan pemantauan selama masa karantina mandiri.

h. Dalam hal WNA tidak memiliki perwakilan negaranya di lndonesia atau di tempat tujuan tidak terdapat kantor perwakilan negaranya maka WNA melapor ke kantor kesehatan pelabuhan setempat yang berada pada tempat yang dituju, untuk selanjutnya diteruskan kepada dinas kesehatan kabupaten/kota setempat agar dilakukan pemantauan selama masa karantina mandiri.

2. Terhadap WNI yang pulang tidak membawa health certificate, atau membawa health certificate dengan masa berlaku lebih dari 7 (tujuh) hari, atau membawa health certificafe tetapi tidak membuktikan hasil pemeriksaan PCR negatif Covid-19, dilakukan pemeriksaan kesehatan tambahan termasuk Rapid Test dan/atau PCR.

3. Apabila dapat dilakukan pengambilan spesimen untuk pemeriksan PCR di pintu masuk, WNI dapat menunggu sementara di fasilitas karantina yang disiapkan sampai hasil pemeriksaan PCR keluar. WNI dengan hasil PCR Negatif Covid-19 dan tidak ditemukan penyakit dan/atau faktor risiko pada pemeriksaan kesehatan, maka:

a. Diberikan klirens kesehatan oleh petugas kesehatan di fasilitas karantina.

b. Membawa Health Alert Card (HAC) yang sudah diberikan di pintu masuk.

c. Dapat melanjutkan perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan dengan membawa surat jalan dari Satgas Penanganan Covid-19, dan selalu menerapkan protokol kesehatan termasuk memakai masker selama perjalanan. Perjalanan ke daerah asal atau tempat tujuan dapat difasilitasi oleh Pemerintah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved