Breaking News:

189 Tahun Kabupaten Gunungkidul, Menjaga dan Melestarikan Budaya Lokal di Tengah Kemajuan Zaman

189 Tahun Kabupaten Gunungkidul, Menjaga dan Melestarikan Budaya Lokal di Tengah Kemajuan Zaman

IST
Bupati Gunungkidul Badingah kembali mendapatkan penghargaan International Human Resources Development Program (IHRDP), dalam kategori International Best Leadership Award 2019. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pada 27 Mei 2020 besok, Kabupaten Gunungkidul genap berusia 189 tahun.

Usia yang hampir mendekati dua abad ini pun diwarnai dengan berbagai momen, baik prestasi maupun rintangan yang mampu terlewati dengan baik.

Tahun ini, Kabupaten Gunungkidul mengangkat tema Memetri Budaya untuk hari jadinya. Sub temanya adalah "Kanthi Greget Memetri Budaya Kang Adiluhung, Gya Kita Mbrastha Corona Saka Bumi Handayani".

Bupati Gunungkidul Badingah menjelaskan tema Memetri Budaya diangkat sebagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul untuk terus melestarikan budaya lokal.

"Tema ini dapat diartikan sebagai upaya menggali, menjaga, dan memelihara potensi budaya lokal di Gunungkidul," kata Badingah lewat keterangannya pada Tribun Jogja, Selasa (26/05/2020).

Sedangkan sub tema Hari Jadi diangkat menyesuaikan dengan situasi saat ini, di mana Pemkab Gunungkidul terus berupaya untuk menekan penyebaran COVID-19. '

Salah satunya dengan membentuk Gugus Tugas Penanganan COVID-19 yang diketuai oleh Wakil Bupati Immawan Wahyudi.

Sederet langkah dan kebijakan sudah dilakukan oleh Pemkab Gunungkidul.

Pertama adalah menjadikan RSUD Wonosari dan RS Panti Rahayu Karangmojo sebagai fasilitas kesehatan (faskes) rujukan bagi pasien COVID-19.

Kabupaten Gunungkidul Tak Ada Tambahan Kasus COVID-19 Tiga Hari Berturut-turut

Bangunan RSUD Saptosari pun turut dijadikan sebagai lokasi karantina bagi warga yang reaktif Rapid Test.

Baru-baru ini, Pemkab Gunungkidul dan UGM juga menyepakati Wisma Wanagama dijadikan lokasi untuk pasien reaktif Rapid Test.

Immawan Wahyudi mengatakan Wisma Wanagama merupakan tempat yang representatif untuk karantina.

Sebab lokasinya jauh dari keramaian dengan suasana tenang yang mampu mendukung pemulihan pasien secara cepat.

"Fasilitas di Wisma Wanagama ini juga sudah sangat memadai, tinggal dilengkapi dengan fasilitas tambahan sesuai kebutuhan medis," jelas Immawan.

Berdasarkan data per tanggal 25 Mei, jumlah positif COVID-19 di Gunungkidul mencapai 37 kasus. Meskipun demikian, jumlah pasien yang sembuh lebih tinggi, yaitu 25 kasus, sementara 11 lainnya masih dirawat dan 1 meninggal dunia. (Tribunjogja/Alexander Ermando)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved