Sebar Konspirasi, Bot Dominasi Cuitan di Twitter Soal Virus Corona
Lebih dari 100 narasi palsu tentang Covid-19 di Twitter dikendalikan oleh akun bot.
Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Para peneliti menegaskan, hampir setengah akun Twitter yang menyebarkan pesan di platform media sosial tentang pandemi virus corona kemungkinan adalah bot atau robot komputer.
Peneliti Carnegie Mellon University memeriksa lebih dari 200 juta cuitan yang membahas virus corona sejak Januari 2020. Hasilnya, sekitar 45 persen cuitan dikirim oleh akun yang berperilaku tidak seperti manusia.
"Kami melihat aktivitas bot dua kali lipat dari perkiraan," kata Kathleen Carley, profesor di Institut Penelitian Perangkat Lunak Institut Ilmu Komputer, seperti dikutip Tribunjogja.com dari New York Post, Senin (25/5/2020).
Carley dan rekan-rekannya menggunakan alat bot-hunter, yang mampu menandai akun yang mencuit lebih dari yang dimungkinkan secara manusiawi atau berada di beberapa negara dalam periode beberapa jam.
Untuk menentukan apakah akun adalah bot, mereka juga melihat pengikut akun Twitter, seberapa sering cuitan, dan seberapa sering pengguna disebutkan di platform. Menurut mereka, cuitan menyasar pengguna di AS.
“Kami tahu bahwa bot tersebut seperti mesin propaganda, merujuk kepada Rusia dan China. Namun, butuh banyak sumber untuk membuktikannya,” kata Carley, yang meneliti tentang polah bot di tengah pandemi.
Lebih dari 100 narasi palsu tentang Covid-19 di Twitter dikendalikan oleh akun bot. Narasi yang muncul berupa teori konspirasi tentang rumah sakit yang diisi dengan boneka dan penyebaran corona via jaringan nirkabel 5G. (*)