Breaking News:

China Sebut Amerika Serikat Picu Perang Dingin Baru Lewat Covid-19, Perdagangan dan HAM

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut Amerika Serikat memicu hubungan dengan China menuju Perang Dingin baru.

NICOLAS ASFOURI / AFP
Menteri Luar Negeri China Wang Yi berbicara selama konferensi pers tautan video daringnya selama Kongres Rakyat Nasional (NPC) di pusat media di Beijing pada 24 Mei 2020. 

TRIBUNJOGJA.COM - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyebut Amerika Serikat memicu hubungan dengan China menuju Perang Dingin baru.

China menolak apa yang disebutnya “kebohongan” Washington atas virus corona, sementara mengatakan Beijing terbuka untuk upaya internasional untuk menemukan sumbernya.

Wang Yi mengatakan Amerika Serikat telah terinfeksi oleh virus politik yang memaksa tokoh-tokoh di Washington untuk terus menyerang Tiongkok.

Hal itu di antaranya dilakukana dengan perang kata-kata yang memburuk mengenai pandemi covid-19 dan langkah Beijing untuk memperketat kendali atas Hong Kong,

"Telah menjadi perhatian kami bahwa beberapa kekuatan politik di AS menyandera hubungan China-AS dan mendorong kedua negara kami ke ambang Perang Dingin baru," kata Wang kepada wartawan dalam konferensi pers di parlemen tahunan China, Mingu (24/5) dikutip AFP.

Makan Durian, Menikmati Durian

Gesekan yang sudah berlangsung lama antara dua kekuatan besar perdagangan, hak asasi manusia dan sejumlah masalah lain telah dipicu hingga mmeuncak sejak wabah virus corona.

Wang tidak mengidentifikasi kekuatan apa yang dia maksudkan, tetapi Presiden AS Donald Trump telah memimpin kritik dunia atas tanggapan awal China terhadap pandemi, yang telah menyebabkan lebih dari 340.000 kematian dan pembantaian ekonomi di seluruh dunia.

Foto yang diambil pada 17 April 2020 menunjukkan kompleks laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan, Provinsi Hubei, China. Laboratorium ini adalah bank virus terbesar di Asia yang memelihara lebih dari 1.500 jenis virus.
Foto yang diambil pada 17 April 2020 menunjukkan kompleks laboratorium P4 di Institut Virologi Wuhan, Provinsi Hubei, China. Laboratorium ini adalah bank virus terbesar di Asia yang memelihara lebih dari 1.500 jenis virus. (HECTOR RETAMAL/AFP)

Trump dan anggota pemerintahannya mengatakan Cina menutup-nutupi munculnya virus akhir tahun lalu dan mengaburkan tanggapan awalnya.

Kritik Washington telah secara luas dilihat di Amerika Serikat sebagai upaya Trump untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan penanganan covid-19 oleh Gedung Putih sendiri.

Wang mengambil langkah yang jelas pada perjuangan AS untuk menahan virus, yang kini telah menginfeksi lebih banyak orang di Amerika Serikat daripada di tempat lain.

Rahasia Jepang Kalahkan Covid-19, Jurus Jepang Taklukkan Virus Corona

Halaman
1234
Penulis: Joko Widiyarso
Editor: Joko Widiyarso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved