Yogyakarta

Bagikan 2.700 Ubarampe, Kraton Yogya Lestarikan Tradisi di Tengah Pandemi

Ada 2.700 tangkai ubarampe gunungan berupa rengginang yang disiapkan. Jumlah tersebut sama dengan banyaknya rengginang pada Gunungan Estri dan Gununga

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Ubarampe gunungan yang diberikan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat kepada ASN Kepatihan, dan Puro Pakualaman, Minggu (24/05/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat meniadakan Grebeg Sawal.

Meski demikian Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat membagikan umbarampe gunungan.

Puteri Pertama Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, GKR Mangkubumi mengatakan upacara inti pada pembagian ubarampe serupa dengan prosesi grebeg.

Ubarampe tersebut terlebih dulu dirangkai dan diinapkan satu malam di Bangsal Srimanganti, kemudian didoakan oleh Abdi Dalem Kaji, dan selanjutnya didistribusikan kepada Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Kepatihan, dan Puro Pakualaman.

"Di tengah pandemi COVID-19 ini, kita tidak bisa mengadakan grebeg, dengan gunungan. Karena tidak boleh ada kerumunan, maka kita bagikan ubarampe, dan tetap memperhatikan standar protokol COVID-19. Upacara inti tetap terlaksana. Hal ini merupakan usaha Keraton Yogyakarta dalam melestarikan tradisi di tengah pandemi,"katanya kepada wartawan di Keraton Ngayogyakarta, Minggu (24/05/2020).

Sebagian Warga Kulon Progo Pilih Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah

Ada 2.700 tangkai ubarampe gunungan berupa rengginang yang disiapkan. Jumlah tersebut sama dengan banyaknya rengginang pada Gunungan Estri dan Gunungan Dharat pada saat upacara Grebeg.

Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura Keratn Ngayogyakarta Hadiningrat, GKR Condrokirono berharap meski tidak ada gunungan, makna grebeg sendiri tidak hilang.

Ia menerangkan grebeg merupakan ungkapan syukur dan sedekah dari raja kepada kerabat dan rakyatnya.

"Meski tidak ada gunungan, maknanya tidak hilang. Pelaksanaan grebeg zaman dahulu memang membagikan ubarampe gunungan, bukan dengan merayah atau merebut gunungan seperti yang saat ini,"terangnya.

Sementara itu, Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji menambahkan pembagian ubarampe menjadi susatu catatan yang besar.

Sebab Keraton Yogyakarta tetap bisa melaksanakan tradisi di tengah pandemi.

99 Inspirasi Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Mempererat Tali Silaturahmi di Masa Pandemi

"Biasanya Kepatihan menerima gunungan lanang, tetapi karena sedang tidak boleh berkerumun, yang diberikan adalah ubarampe, sebagai pengganti gunungan. Ini sebagai simbolis yang menunjukkan Sri Sultan Hamengkubuwono X memberikan tanda cinta kepada rakyatnya,"ujarnya.

"Justru ini jadi catatan baru, tradisi tetap bisa terlaksana, meski di tengah pandemi. Harapannya semua maryakat patuh untuk mentaati imbauan pemerintah, agar angka kasus positif (COVID-19) bisa melandai dan berkurang," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved