Kriminal

Polisi Tangkap Ibu Rumah Tangga Penjual Miras

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari pengembangan penangkapan yang dilakukan terhadap dua orang tersangka yang diketahui minum miras jenis oplosan

Istimewa
Polsek Wirobrajan mengamankan seorang ibu rumah tangga yang kedapatan menjual miras oplosan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran Polsek Wirobrajan berhasil mengungkap kasus jual beli minuman keras (miras) jenis oplosan di wilayah hukum setempat.

Dalam kasus tersebut, polisi mengamankan seorang ibu tangga yang berperan sebagai penjual miras.

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari pengembangan penangkapan yang dilakukan terhadap dua orang tersangka yang diketahui minum miras jenis oplosan di Pasar Klitikan pada Selasa (19/5/2020) lalu.

Dua tersangka KN dan THY terciduk sedang mengkonsumsi miras yang dikemas di dalam botol bekas air mineral di satu angkringan oleh petugas Polsek Wirobrajan.

PolisTangkap 27 Wanita Penjual Miras, Pelaku : Wis Kapok Aku, Batine Gak Sepiro Dadi Rentang-renteng

Selanjutnya dua tersangka beserta empat botol miras oplosan diamankan oleh petugas Unit Reskrim Polsek Wirobrajan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolsek Wirobrajan, Kompol Endang Widiyanti menyebut, tersangka mengaku mendapatkan miras oplosan itu di wilayah Pakuncen dengan harga per botol Rp25.000.

"Lebih lanjut dari pengembangan kasus yang dilakukan kami mendapatkan identitas penjual miras oplosan dan berhasil kami amankan seorang ibu rumah tangga inisial TN di wilayah Pakuncen," terang Kapolsek, Sabtu (23/5/2020).

Berdasarkan pengakuannya, TN berjualan miras jenis oplosan sudah dua bulan terakhir dengan harga Rp25.000 per botol dan mendapatkan keuntungan Rp5.000 tiap botolnya.

Kronologi Pesta Miras Memakan Korban Tewas 8 Orang, Digelar oleh Bapak dan Anak

Ia mengaku mendapatkan miras jenis oplosan itu dari pemasok yakni seorang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya dan melakukan transaksi di selatan Pasar Klitikan setiap dua hari sekali dengan menggunakan sepeda motor.

"Saat ini pemasok miras jenis oplosan masih kami lakukan pengembangan dan ditetapkan sebagai DPO," imbuh Kapolsek.

Dari kejadian ini tiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dengan tindak pidana ringan akibat melanggar pasal 57 ayat (2) Perda DIY No 12 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol Serta Pelarangan Minuman Oplosan dengan ancaman pidana kurungan dan denda Rp50.000.000. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved