Kisah Manusia Silver Bertahan Hidup di Yogyakarta, Bermula dari Pandemi yang Bikin Dagangan Sepi

MANUSIA silver adalah istilah yang sering diberikan kepada orang-orang yang melumuri tubuhnya dengan cat berwarna silver.

TRIBUNJOGJA.COM | Maruti A. Husna
Sriono, pedagang kupat tahu keliling yang beralih pekerjaan menjadi manusia silver untuk mencari nafkah selama pandemi. 

“Nggak susah membersihkannya. Catnya sudah dicampur minyak goreng (sebelum dioles ke badan). Kalau nggak pakai minyak goreng nggak bisa hilang. Tinggal diusap dengan sabun cuci piring, dibilas hilang,” terangnya.

Dia memilih waktu sore untuk menjadi manusia silver. “Paling sehari 1,5 sampai 2 jam (menjadi manusia silver) pas sore-sore begini. Kalau lama-lama kan nggak enak ya, ketat gitu,” tambahnya.

Meski demikian, Sriono mengatakan dirinya tidak merasakan keluhan semacam sakit mata atau kulit selama beberapa hari menjadi manusia silver. “Nggak ada keluhan,” jawabnya saat ditanya.

Di hari pertama menjadi manusia silver, Sriono mangkal di bangjo Madukismo. Namun, karena di sana sudah ada dua manusia silver lain yang mangkal, maka Sriono pindah ke Jalan Bantul seperti sekarang.

“Satu kali di sana (bangjo Madukismo), sudah ada dua orang. Terus ke sini yang dekat kontrakan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini sudah lumayan banyak manusia silver di DIY. Dirinya pun mengatakan hanya mengikuti yang lain.

Kepada Tribunjogja.com, Sriono mengaku saat ini dirinya hidup seorang diri. Sebab, sang istri sudah meninggal dunia karena kanker payudara dua tahun lalu. Sedangkan, anaknya telah berkeluarga dan tinggal terpisah.

Sriono berharap keadaan akan segera pulih kembali hingga ia bisa berjualan seperti biasa. Dirinya pun sering bertanya kepada sesama rekan pedagang yang masih aktif tentang kondisi penjualan saat ini.

“Sekarang juga tanya teman-teman yang jualan itu, katanya belum terlalu laku,” tandas Sriono.

“Mudah-mudahan kalau jualan sudah kembali baik, saya jualan lagi. Kalau sekarang, daripada rugi, yang penting (bekerja) halal. Ini cuma sebentar, untuk bertahan hidup saja,” sambungnya. ( TRIBUNJOGJA.COM | Maruti A. Husna )

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved