Jika Warga Nekat Mudik, Besar Potensi Terjadinya Gelombang Kedua Penyebaran Covid-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak mengambil sikap yang tak mementingkan kemaslahatan orang banyak. Ia berharap warga sadar

ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH
Sejumlah kendaraan melintasi tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) menuju tol Jakarta-Cikampek di Bekasi , Jawa Barat, Kamis (23/4/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat tidak mengambil sikap yang tak mementingkan kemaslahatan orang banyak. Ia berharap warga sadar besarnya potensi penularan jika mudik.

Pasalnya jika mereka tetap nekat mudik, potensi terjadinya gelombang kedua wabah corona di Jakarta menjadi besar.

"Bila terjadi arus mudik dan arus balik, potensi terjadinya gelombang kedua sangat besar. Karena itu jangan mengambil sikap yang tidak mementingkan kepentingan orang banyak," ungkap Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (22/5/2020).

Menurut Anies, masyarakat harus sadar bahwa meskipun kondisi tubuh tak menunjukkan gejala sakit, tapi ada jenis pasien yang memang demikian, dan umumnya disebut orang tanpa gejala (OTG).

Sehingga sikap diam di rumah untuk kepentingan orang banyak, dan mempercepat penurunan penularan virus mesti diambil segenap pihak.

"Banyak di antara kita yang sudah terpapar covid tidak bergejala, karena tidak ada keluhan bukan berarti aman," ucap dia.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/3/2020).
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/3/2020). (KOMPAS.com/NURSITA SARI)

Pemprov DKI kata Anies sudah membuat berbagai aturan demi menekan perkembangan virus corona di Jakarta.

Mulai dari Pergub 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan PSBB, ketentuan sanksi yang tertuang dalam Pergub 41 Tahun 2020, serta larangan pergi ke luar DKI Jakarta di Pergub 47 Tahun 2020.

Polres Gunungkidul Imbau Warga Tak Lakukan Takbir Keliling Malam Ini

Menurut Anies semua bisa dikenakan sanksi tanpa terkecuali. Mereka yang berkerumun bisa ditegur dan dikenai sanksi, tanpa kecuali.

"Jajaran Pemprov bukan hanya memantau tempat ibadah, semua bisa ditegur, semua dikenakan sanksi. Karena jelas aturannya, semua kegiatan yang mengumpulkan banyak orang tidak diizinkan," ujar Anies.

Halaman
1234
Editor: Joko Widiyarso
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved