Daerah Istimewa Yogyakarta Siapkan Protokol Hadapi New Normal

Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) masih menyusun protokol untuk menghadapi the new normal (normal baru) pasca pandemi COVID-19.

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
Pemandangan Diorama Tugu Pal Putih, Kota Yogyakarta, Rabu (25/3/2020). Plat logam berbahan tembaga yang digunakan dalam membuat visualisasi garis imajiner hilang 

"Siapapun, termasuk DIY siap untuk menghadapi new normal. Kita harus menyesuaikan dengan penyakit. Kepanikan akan menimbulkan bahaya untuk orang lain. Kalau memang belum ada obat, paling tidak kita harus meminimalisir penularan,"katanya.

"Kalau mau dibuka (new normal), perilaku hidup bersih dan sehat harus dijalankan, pakai masker, cuci tangan. Dalam pandemi pasti ada puncak, tetapi juga akan menurun. Perlu melatih kesadaran masyarakat untuk menghadapi new normal,"imbuhnya.

Dagangan Kupat Tahu Merugi Selama Pandemi, Pria di Yogyakarta Beralih Pekerjaan Jadi Manusia Silver

AREAL WAJIB MASKER. Pengguna jalan melintasi spanduk pengumuman areal wajib menggunakan masker yang terasang didepan pintu masuk Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) di jalan Bantul, Kota Yogyakarta, Selasa (19/5/2020). Pemda DIY kembali mengingatakan masyarakat bawa penggunaan masker wajib dipakai terutama saat berkegiatan diluar rumah sebagaisalah satu cara mengurangi penyebaran virus Covid-19.
AREAL WAJIB MASKER. Pengguna jalan melintasi spanduk pengumuman areal wajib menggunakan masker yang terasang didepan pintu masuk Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) di jalan Bantul, Kota Yogyakarta, Selasa (19/5/2020). Pemda DIY kembali mengingatakan masyarakat bawa penggunaan masker wajib dipakai terutama saat berkegiatan diluar rumah sebagaisalah satu cara mengurangi penyebaran virus Covid-19. (Tribunjogja.com | Hasan Sakri)

Kasus Covid-19 Yogyakarta

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengumumkan hasil uji laboratorium kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Perkembangan terakhir, penambahan kasus positif Covid-19 di DIY sebanyak lima kasus. Sehingga total kasus positif bertambah menjadi 220 kasus.

Penambahan lima kasus positif tersebut berdasarkan hasil tracing terhadap dua klaster yakni klaster jamaah tabligh dan klaster Indogrosir, Sleman.

Juru Bicara penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih merinci, satu pasien positif yakni kasus 218 berjenis kelamin perempuan asal Gunung Kidul.

Dia terpapar Covid-19 setelah berinteraksi dengan jamaah tabligh asal Gunung Kidul. Sementara satu kasus positif lain yakni kasus 219 laki-laki usia 24 tahun merupakan karyawan Indogrosir.

Sedangkan tiga diantaranya yakni 220 laki-laki 74 tahun, kasus 221 laki-laki 21 tahun dan kasus 222 perempuan 52 tahun. Ketiganya warga Kabupaten Sleman dan anggota keluarga dari karyawan Indogrosir yang positif Covid-19.

Sementara angka kesembuhan per 22 Mei kali ini menjadi kabar kesembuhan paling banyak sejauh ini. Ada 13 kasus poisitif yang sembuh dari Covid-19.

Halaman
123
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Iwan Al Khasni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved